BAGANSIAPIAPI -- Melalui Surat Keputusan Bupati Rokan Hilir Nomor 21 Tahun 2016. Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) tetapkan status siaga darurat I Kebakaran lahan dan hutan (Karlahut).

Penetapan siaga I  dilakukan agar Rohil bebas dari Karlahut, sebagai mana yang disampaikan Bupati Suyatno saat memimpin Rapat Koordinasi Penetapan Siaga Darurat I Karlahut, dimess Pemda, Jalan Perwira Bagansiapiapi, Kamis 10 Maret 2016.

Pada Rakor tersebut terlihat hadir Kapolres Rohil AKBP Subiantoro SH SIk, Dandim 0321 Letkol Arh Bambang Sukisworo, Kejari Bagansiapiapi diwakili Kasi Pidum Sobrani Binzar SH, Kepala Brimob, Kadis CK Suandi, Kadisdik Amiruddin dan Kepala SKPD terkait serta seluruh camat se-Rohil.

Terkait dengan Karlahut bupati pada tahun ini bernazar untuk 200 orang anak yatim, dan  menurutnya, tugas menjaga dan memadamkan api tidak hanya semata di pundak Kepolisian, TNI dan Jaksa, melainkan semua pihak.Bupati mengajak semua elemen masyarakat untuk memantau dan memadamkan jika ditemukan adanya kebakaran hutan dan lahan diwilayah Kabupaten Rohil.

"Kepada camat khususnya, Kepenghuluan, dan semua Stakeholder saya minta harus
proaktif lah. Karena posisi kebakaran hutan lahan berada di kecamatan, untuk itu lakukan koordinasi, dan bergerak cepat,” pinta Bupati Suyatno.

Suyatno juga langsung perintahkan Camat yang daerahnya rawan kebakaran hutan dan lahan untuk melakukan koordinasi dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Rohil. Karena mereka memiliki alat pemadam kebakaran yang lengkap.

“Jika mereka tidak merespon, laporkan cepat ke pihak kepolisian. Jangan diam. Karena kalau dibiarkan nanti kebakaran semakin meluas,” tegas Suyatno.

Kepada para Camat Suyatno juga diminta untuk bahu-membahu dalam melakukan pemadaman kebakaran dan hutan. Jangan kaku ketika ada lahan kecamatan lain terbakar, apabila lahan Tanah Putih terjadi Karlahut, Kecamatan Bangko Pusako harus bantu. Jangan Tanah Putih terbakar, yang lain diam, itu tugas pak camat. Lakukan koordinasi, nanti disetiap kecamatan akan dibuat posko.

Kepada Media bupati meminta berperan aktif untuk memberikan informasi yang akurat. sebab menurutnya, media cepat dan tanggap dalam mendapatkan informasi.
“Ada informasi kebakaran hutan, lapor cepat ke pihak terkait, pelapor akan
dirahasiakan. Kita tidak ingin Rohil seperti dulu, yang banyak menyumbang karlahut di Riau. Akan kita sikat pembakar hutannya,” terang Suyatno.

Kepada Kesbangpolinmas dan BPBD Rohil, Bupati Suyatno minta bergerak cepat jika terjadi kebakaran hutan, dan peralatan yang ada harus disiagakan di daerah rawan kebakaran. 

"Seperti ada peralatan pemadaman diletak didalam gudang, jadi mulai hari ini, semua peralatan pemadaman harus diletak di kecamatan-kecamatan yang rawan kebakaran,” ungkapnya.**(Adv/pemkab/rif)