PELALAWAN -- Pengembangan sistem integrasi sapi-sawit (Siska) terus digalakkan Pemkab Pelalawan melalui  Dinas Peternakan (Disnak).Dimana pada tahun 2016 ini, Pelalawan menerima bantuan 125 ekor sapi dari Kementerian Pertanian RI.

Kementerian Pertanian RI tertarik dan memberikan dukungan untuk pengembangannya. Dengan keseriusan tersebut, Dinas Pertenakan Kabupaten Pelalawan menerima bantuan ternak sapi Brahman Cross (BC) dari Australia-Perkebunan Sawit sebanyak 125 ekor.

"Benar, tahun 2016 ini kita mendapatkan bantuan ternak sapi sebanyak 125 ekor dan bantuan ternak sapi diperuntukan untuk 9 kelompok tani (Poktan) yang ada di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Pelalawan. Dalam bantuan ternak sapi BC ini, setiap poktan akan mendapatkan 25 ekor,"terang Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Pelalawan Ir Tengku Mukhtaruddin MSi kepada awak media, Selasa 1 Maret 2016.

Ir Muktaruddin juga mengatakan, bahwa sistem integrasi sapi-sawit dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) pusat. Kelompok tani ternak yang mendapat bantuan Siska ini adalah mereka yang memiliki perkebunan sawit, sehingga mereka tidak perlu repot bekerjasama dengan petani sawit karena telah memiliki lahan sendiri.

"Tujuan Siska yang dicanangkan ini, untuk mendukung program Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo menjadikan Indonesia sebagai kawasan swasembada daging. Kita berharap, dengan bantuan tersebut, target swasembada daging bisa terwujud dan populisasi hewan ternak sapi di tahun kedua nanti bisa bertambah,"jelas mantan Kepala BPMP2T Kabupaten Pelalawan.

Ditambahkan Ir Mukhtaruddin, selain mendapatkan bantuan dari pusat, kabupaten Pelalawan juga mendapatkan bantuan ternak sapi BC tahun ini dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk 15 kelompok tani. Jadi yang pastinya, total keseluruhan poktan ternak yang mendapatkan bantuan sebanyak 24 kelompok.

"Kalau untuk jumlah bantuan sapi yang disalurkan Pemprov Riau belum tahu percis, pada intinya daerah kita sudah mendapatkan kepastian mendapat bantuan tersebut. Untuk mendukung program swasembada pangan, kita berharap dukungan dari perusahaan yang ada di Kabupaten bisa bekerjasama dengan pemerintah dalam mengembangkan integrasi sapi sawit,"tutupnya.**(ham)