BENGKALIS -- Dengan kesuh kesahnya masyarakat Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis Riau, terkait pembangunan Jalan Poros melalui Proyek Multiyars tahun jamak, menjadi pembicaraan hangat dikalangan Warga Rupat, ibarat pepatah 'jauh panggang dari api'.
Itulah yang dilontarkan warga Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis dengan kekesalannya terkait pembangunan Proyek jalan Poros melalui Multiyars yang tidak selesai dengan apa yang diharapkan.
Padahal, masyarakat Pulau Rupat sangat berharap bahwa jalan porosnya tersebut bagus, seperti di Kota Bengkalis.
"Jalan yang selama ini sangat kami dambakan, ternyata "jauh panggang dari api" soalnya, pekerjaan proyek yang katanya melalui Multiyars itu, dengan menelan uang rakyat hingga Ratusan Milyar, ternyata pekerjaannya tidak sempurna dengan apa yang kami harapkan," ungkap Warga Pulau Rupat Akmar, Selasa 1 Maret 2016, via solulernya.
Akmar mengutarakan, bahwa dia red' tinggal dipulau rupat tersebut sudah Puluhan Tahun,"Sudah puluhan tahun saya tinggal dirupat ini, dari nenek monyang kami dulu sampai sekarang belum juga kami merasa jalan ini bagus, jadi harus menunggu berapa lama lagi, kami mau merasakannya," kesalnya menyampaikan.
Terpisah, Bupati Bengkalis Amril Mukminin saat diwawancarai, Senin 29 Februari 2016 kemarin usai teken MoU bersama Kajari Bengkalis saat ditanya terkait kelanjutan pembangunan Jalan Poros Rupat tersebut. Amril menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada melihat progres pekerjaannya seperti apa.
"Yang jelas saya akan melakukan peninjauan kembali, dan saya berharap apa yang diharapkan masyarakat bisa tercapai, dan pekerjaan itu bisa dilanjutkan kembali," ujarnya singkat.**(fer)



