SINABOI -- Hasil padi petani di kepenghuluan Raja Bejamu, Kecamatan Sinaboi mengalami gagal panen. Karena padi yang ditami rusak akibat faktor hama tikus, ulat, dan bahkan faktor penanaman yang tidak serentak.
Seperti di katakan Datuk Penghulu Raja Bejamu Musfar bahwa pada tahun ini banyak petani yang mengeluh hasil panenya berkurang hingga 60 persen dari tahun sebelumnya.
"Petani banyak mengeluh, banyak padi mereka yang rusak sehingga hasil panenya tidak maksimal, gagal panen pertama disebabkan oleh hama tikus, ulat, serta faktor saat penanaman yang tidak serentak,"kata Musfar, baru-baru ini.
Diperkirakan hasil panen 60 persen dari tahun lalu, Intinya pada tahun ini patani di Kepenghuluan Raja Bejamu gagal panen. Dengan kondisi seperti ini patani merasa sangat mengeluh sekali tahun lalu per hektar mereka mendapatkan 4.5 ton, namun tahun ini hanya dapat 2.5 ton dan bahkan ada yang dapat 1.5 ton perhektar nya.
"Guna antisipasi hal demikian untuk ke depannya kita harapkan adanya perhatian dari pemerintah, kemudian adanya jadwal penanaman yang serintak agar masalah hama bisa teratasi,"harapnya.
Kemudian salah seorang petani dk Kepenghuluan Raja Bejamu Opung Diamora (60)
mengakui,"Hasil padi tahun ini jauh berkurang dari tahun yang lalu. Biasnya dapat 4.5 ton perhektar kini hanya dapat 2.5 ton dan bahkan ada yang kurang dari 2 ton perhektarnya,"katanya.
Dengan kondisi seperti ya mau bagaimana lagi, "meskipun dapatnya hanya sedikit namun kita syukuri juga. Bahwa kita masih diberikan rezeki,"sambungnya.**(Us)



