BENGKALIS -- Kepolisian Daerah Riau menjadikan Bengkalis sebagai pilot projek pembuatan blocking canal (sekat canal red) untuk pencegahan penanganan kebakaran lahan dan hutan (karlahut) di Daerah Riau.
Pemilihan Bengkalis sebagai tempat percontohan tersebut bukan tanpa alasan, karena 5 kabupaten di daerah Riau bagian utara merupakan wilayah pertama terkena dampak kekeringan yang di prediksi BMKG Februari ini.
Ke 5 daerah tersebut meliputi, Bengkalis, Siak, Meranti, Rohil dan Dumai.
“Kenyataannya Bengkalis saja sudah 10 hari tanpa hujan, Dumai sudah menangkap 3 tersangka. Ini yang harus kita antisipasi, makanya kita melangkah pertama di daerah utara, dan kita akan bergerak terus ke daerah lain,” ujar Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan menerangkan, Jum'at 12 Februari 2016.
Kapolda juga menyempatkan diri meninjau langsung pembuatan blocking canal di desa Wonosari Kecamatan Bengkalis sebagai titik pilot projek blocking canal tersebut.
Brigjen Dolly terlihat kagum dengan Forum Masyarakat Gotong Royong Melawan Karlahut yang memperaktekkan pembuatan blocking canal hanya dalam waktu 15 menit.
Sementara, dari pantauan, saat peninjauan blocking canal tersebut, juga dihadiri Penjabat Bupati Bengkalis H. Ahmad Syah Harrofie, Bupati terpilih Amril Mukminin, Dandim 0303 Bengkalis Letkol Arh Wachyu Dwi Haryanto, Kapolres Bengkalis AKBP A. Supriyadi, Ketua DPRD Bengkalis H. Heru Wahyudi dan dari jajaran Kepolisian, Meranti, Siak, Dumai dan Rohil.**(rdi)
Pemilihan Bengkalis sebagai tempat percontohan tersebut bukan tanpa alasan, karena 5 kabupaten di daerah Riau bagian utara merupakan wilayah pertama terkena dampak kekeringan yang di prediksi BMKG Februari ini.
Ke 5 daerah tersebut meliputi, Bengkalis, Siak, Meranti, Rohil dan Dumai.
“Kenyataannya Bengkalis saja sudah 10 hari tanpa hujan, Dumai sudah menangkap 3 tersangka. Ini yang harus kita antisipasi, makanya kita melangkah pertama di daerah utara, dan kita akan bergerak terus ke daerah lain,” ujar Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan menerangkan, Jum'at 12 Februari 2016.
Kapolda juga menyempatkan diri meninjau langsung pembuatan blocking canal di desa Wonosari Kecamatan Bengkalis sebagai titik pilot projek blocking canal tersebut.
Brigjen Dolly terlihat kagum dengan Forum Masyarakat Gotong Royong Melawan Karlahut yang memperaktekkan pembuatan blocking canal hanya dalam waktu 15 menit.
Sementara, dari pantauan, saat peninjauan blocking canal tersebut, juga dihadiri Penjabat Bupati Bengkalis H. Ahmad Syah Harrofie, Bupati terpilih Amril Mukminin, Dandim 0303 Bengkalis Letkol Arh Wachyu Dwi Haryanto, Kapolres Bengkalis AKBP A. Supriyadi, Ketua DPRD Bengkalis H. Heru Wahyudi dan dari jajaran Kepolisian, Meranti, Siak, Dumai dan Rohil.**(rdi)



