SELATPANJANG -- Tradisi dari kebudayaan marga Thionghoa di kota selatpanjang dengan melakukan perang air di wilayah perkotaan memang terlihat seru, mengingat toleransi beragama ketika umat Muslim memasuki jadwal Magrib Pemkab membatasi perang air hingga pukul 18.00 WIB, namun untuk konvoi Pemkab tidak membatasi waktu.
Pemkab Kepulauan Meranti diwakili oleh Kepala Kesatuan bangsa dan Politik Kabupaten Kepulauan Meranti Ahmad Yani membenarkan keputusan rapat yang telah dilakukan sebelum perayaan imlek dengan pembatasan perang air dari pukul 16.00 WIB hingga Pukul 18.00 WIB.
"Dalam keputusan rapat yang melibatkan berbagai unsur terkait itu disepakati bahwa perang air ini dapat dimulai pukul 16.00 WIB lepas Ashar hingga pukul 18.00 WIB menjelang masuk Magrib” Kata Yani di Kantor Humas Kantor Bupati Meranti jalan Dorak Kamis 11 Februari 2016.
Sedangkan pembatasan waktu yang diberikan kata yani memang sempat di keluhkan dari perwakilan Thionghoa namun akhirnya di mergerti. Namun di sisi lain pembatasan disalah mengertikan oleh pihak dari persatuan ojek selatpanjang. Yang merasa dirugikan terkait sebentarnya waktu sewa becak dan mengurangi pendapatan jasa becak
"Pihak kita disurati pihak persatuan ojek terkait pembatasan waktu. Pada intinya kita membatasi perang air nya namun tidak untuk konvoi kita tidak pernah melarang, ini hanya salah pengertian saja. Jadi kalau hanya berkonvoi ya silahkan saja, silahkan pembecak untuk meneruskan berkonvoi,” katanya.**(don)



