PEKANBARU -- Pasca dipulangkannya eks gafatar ke Pekanbaru, Wali Kota Pekanbaru, Dr Firdaus ST MT meminta intansi terkait yakni Dinas Sosial dan Pemakaman untuk melakukan pembinaan, sebelum diserahkan kepada keluarganya.
"Sebelum dilakukan pembinaan, kita meminta Dinsos untuk mendata ulang. Apakah mereka betul-betul warga Pekanbaru atau hanya sekedar hanya naik di Pekanbaru. Jangan sampai salah jemput. Yang kita bina hanya warga Pekanbaru saja," ujar Firdaus, disela-sela Rapat Muspida diaula Kantor Walikota, Rabu 10 Februari 2016.
Firdaus menambahkan, dari informasi yang diterima melalui Koramil dan Babinsa, semua eks Gafatar yang di Dinsos Riau mayoritas bukan warga yang berdomisili Pekanbaru.
"Dari laporannya yang masuk, eks Gafatar yang berada Dinsos Riau kebanyakan bukanlah masyarakat Pekanbaru,"jelasnya.
Firdaus juga mengintruksikan Dinsos eks gafatar yang berdomisili di Pekanbaru untuk mempertebal imamnya. Hal ini sesuai himbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pekanbaru.
"Mayoritas eks gafatar inikan beragama muslim. Untuk itu, kita harus lakukan pembinaan tingkat lanjut. Bekalan iman bagi mereka harus diperkuat, kita juga akan membantu MUI. Setelah itu, barulah mereka dikembalikan ketengah masyarakat. Hal ini dilakukan agar para eks gafatar tidak kembali salah jalan lagi,"tutupnya.**(saf)



