• Ketua KPU Bengkalis Defitri Akbar saat menyerahkan hasil pleno KPU terkait penetapan pasangan Amril-Muhammad sebagai pemenang Pilkada 2015.

BENGKALIS -- Hasil pleno KPU Bengkalis, Rabu 27 Januari 2016 kemarin,  menetapkan pemenang paslon no 1 Amril Mukminin-Muhammad sebagai pemenang pilkada Kabupaten Bengkalis, setelah gugatan paslon nomor 3 Sulaiman Zakaria- Noor Charis Putra ditolak  Mahkamah Konstitusi. 

Bagaikan fenomena politik, yang tak bisa dibantah sedikitpun, ini sangat mengejutkan banyak pihak. Amril Mukminim-Muhammad, sukses' bersaing dengan dua rival politiknya, ini sudah sah secara defacto. 

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bengkalis Masuri SH juga akrab di sapa bagong ini, mengajak semua elemen masyarakat dan stakeholder Bengkalis , menghilangkan perbedaan saat pilkada. 

"Kita harus hargai sebuah konsekuensi demokrasi, terlepas dari kelebihan dan kelemahan undang- undang Pilkada, yang dinilai sejumlah elit kran demokrasi,"ucapnya, Kamis 28 Januari 2016. 

Masuri dan lembaga Kadin Bengkalis,  mengucapkan selamat kepada pasangan Amril Mukminin-Muhammad. Menurutnya, Kadin kedepannya siap bersinergi dengan Pemerintah Bengkalis di bawah kepemimpinan Amril Mukminin. 

"Kadin sebagai lembaga yang dilahirkan berdasarkan UU Nomor 1 tahun 1987 dan Keppres No 17 Tahun 2010, sebagai lembaga asosiasi dunia usaha dan lembaga mitra pemerintah. Sudah saatnya KADIN menjadi mitra pemerintah. Untuk itu Kadin akan mengawal bersinergi kepemerintahan lima tahun kedepannya. Dalam aspek pembangunan ekonomi, industri dan perdagangan di Kabupaten Bengkalis," kata Masuri. 

Harapan dengan pemimpin baru Amril Mukminin dan Muhammad terpilih menjadi nakhoda dipemerintahan Kabupaten Bengkalis sudah tepat, paslon memiliki chemistry ("kimiacinta") yang berkolaborasi dari swasta, politisi dan birokrat. 

"Amril Mukminin dikenal sebagai politisi senior dan pengusaha PKS (pabrik kelapa sawit) yang cukup peduli terhadap pembangunan dunia usaha di negeri ini,"imbuhnya. 

Secara kelembagaan Masuri selaku ketua, akan memperkuat posisi Kadin kedepannya bisa menjadi mitra pemerintah dan sebagai wadah yang mengayomi, memfasiltasi, mengadvokasi kepentingan dunia usaha dengan pemerintah. 

"Justru itu Kita saling dukung dan mendorong kebijakan pemerintah daerah, apalagi dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) tahun 2015 yang sudah diberlakukan. Sedikit kita sampaikan dari jumlah populasi penduduk Indonesia hampir 50 persen jumlahnya jika dibandingkan dengan jumlah penduduk negara-negara ASEAN lainnya. jadi hal ini harus diantisipasi bersama dalam menciptakan daya saing yang tinggi khususnya pada sektor produk-produk UMK," pungkasnya.

Jika pemerintah dan stakeholder daerah ini tidak siap, maka kita menjadi penonton dan serbu produk-produk dari luar. 

"Lembaga Kadin" sebagai mitra pemerintah, tidak menutup kemungkinan juga ada kebijakan dan program pemerintah daerah yang belum tepat, Kadin akan bersikap kritis. Tentunya dengan cara yang baik dan elegan sehingga keberadaan Kadin ini dirasakan manfaatnya. tidak hanya untuk kepentingan dunia usaha, namun majunya daerah bengkalis,"tambahnya. 

Lanjut Masuri, Kadin memegang peranan penting dan strategis dalam memastikan bangkitnya ekonomi daerah dengan mendorong munculnya 'local champion' yaitu produk brand lokal, yang menjadi kebanggaan Bengkalis, yang memiliki potensi untuk itu. **(fer)