TEMBILAHAN -- Kepala Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Tantawi Jauhari, mengungkapkan, para pengusaha angkutan kerap 'kucing-kucingan' untuk menghindari petugas dalam menjual tiket kepada pelanggan.
"Kami telah melakukan razia bersama TNI, Polri dan Satpol PP untuk menyuruh mereka masuk ke dalam Terminal Laksmana Indragiri, tapi ujung-ujungnya tetap saja mereka keluar lagi," sebut Tantawi Jauhari.
Berbagai upaya sudah dilakukan dengan maksud agar tidak ada lagi yang melakukan transaksi-transaksi liar diluar terminal karena pemerintah telah mendirikan tempat untuk melakukan transaksi yang bersifat untuk angkutan kendaraan.
Tantawi juga menjelaskan, pihak Dinas Perhubungan juga telah memfasilitasi berbagai kepentingan terhadap para pengusaha angkutan dan penumpang. Hal ini dikatakannya bertujuan untuk mendukung kenyamanan dan membuat betah para penumpang dan pemilik usaha angkuta, seperti pemasangan jaringan Wi-fi, CCTV, dan sebagainya.
Namun diakuinya, segala upaya-upaya itu juga tidak pernah dihargai oleh para pengusaha angkutan yang ada di Kota Tembilahan. Ia mengharapkan kesadaran dari masyarakat selaku pemilik usaha agar bisa memahami dan bisa menggunakan fasilitas yang diberikan secara peraturannya memang diperuntukkan kepada pemilik usaha angkutan.
"Upaya kenyamanan sudah kita lakukan, jadi saya kira tidak perlulah kita melakukan razia-razia lagi, tinggal kesadarannya saja lagi," tuturnya.
Bahkan, lanjutnya, diawal rampung dan aktifnya pembangunan terminal ini, pihak Dinas Perhubungan tidak meminta uang sewa tempat selama beberapa bulan.**(suf)



