PEKANBARU -- Wacana Provinsi Riau untuk memiliki embarkasi haji sendiri, ternyata sedikit terhambat terhadap pembebasan lahan di sekitar kawasan bandara. Adapun wacana ini, sebenarnya sudah disetujui oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Agama dengan anggaran yang digelontorkan di APBN sebesar Rp 200 Miliar.

"Sekarang ini persoalannya tentang pembebasan lahan saja. Kan gak lucu juga, jika bandara untuk embarkasi haji luasnya seperti yang sekarang. Kita perlu menambah luas area lahannya, terutama untuk perpanjangan landasan pacu ," ujar sekretaris komisi D DPRD Riau, Asri Auzar kepada media ini, Kamis 21 Januari 2016.

Dijelaskannya, terkait pembebasan lahan tersebut, pihaknya di komisi D sangat mendorong upaya dari Badan Pertanahan Negara (BPN) untuk menyelesaikan hambatan tersebut secepatnya.

Sebab, jika BPN berhasil menyelesaikan tugasnya membebaskan lahan milik masyarat, maka tidak menutup kemungkinan lahan tersebut bisa langsung dihibahkan ke pemerintah provinsi Riau, untuk selanjutnya diserahkan ke Pemerintahan Pusat.

"Inilah yang kita harapkan. BPN harus begerak cepat bebaskan lahan. Kita tau landasan pacu yang sekarang ini panjangnya 2600 meter, perlu ditambah 400 meter lagi hingga panjang landasan pacu pesawat mencapai 3000 meter. Nanti kalau sudah terwujud, kita kan senang juga bisa berangkat langsung ke Saudi dari Riau. Kita targetkan 2017 sudah selesai," paparnya.**(wan)