PEKANBARU -- Serangan nyamuk Demam Berdarah Denque (DBD) di Pekanbaru terus meningkat, bahkan diminggu ketiga dibulan Januari 2016 ini, Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru mencatat sebanyak 58 kasus DBD sudah menyerang warga Pekanbaru.
Bahkan jumlah tersebut jauh meningkat dari minggu sebelumnya yang baru 36 kasus, hal itu diakui oleh Kadiskes Pekanbaru Helda, bahkan beliau mengaku kewalahan atas peristiwa tersebut.
"Meningkatnya cukup siknifikan, karena hanya hitungan minggu, yang sebelumnya minggu kedua 36 kasus, sekarang di minggu ketiga Januari justru sudah terjadi 58 kasus DBD menyerang warga Pekanbaru," ungkap Kadiskes Pekanbaru Helda S Munir, Rabu 21 Januari 2016.
Dijelaskan Helda, untuk langkah antisispasi DBD saat ini pihaknya, terus melakukan fogging di beberapa wilayah secara bergantian setiap harinya, namun kekurangan personil dilapangan menjadi salah satu kendala Diskes Pekanbaru.
"Langkah kita terus lakukan fogging, namun tidak seimbang jumlah anggota dan permintaan masyarakat yang sangat tinggi belakangan ini. Dan jujur saja kami cukup kewalahan, tapi kita tetap upaya melakukan fogging," tuturnya.
Disamping itu Kadiskes berharap, kepada Donatur-Donatur yang memiliki empati yang tinggi terhadap Kondisi DBD di Pekanbaru, pihaknya terbuka untuk menerima bantuan terutama untuk proses percepatan Fogging kepada masyarakat sebagai pencegahan wabah DBD tersebut.
Sementara kepada masyarakat yang terindikasi terserang DBD, Helda meminta segera mendatangi wilayah kerja puskesmas terdekat, untuk mendapatkan pelayanan pengobatan. Bahkan tak hanya di Puskemas atau Rumah sakit saja, warga bisa langsung melakukan pengambilan obat langsung di Dinas Kesehatan Pekanbaru.
"Diskes saat ini memberikan akses untuk pengambilan obat, tentunya warga melalui Lurah atau RW bisa menemui kita langsung untuk mengambil obat, dengan membawa diagnosa pasien atau warga yang terindikasi terserang DBD," tutupnya.**(dwi)





