PASIR PENGARAYAN -- Kepala Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Roy Roberto mengadakan rapat koordinasi dengan para agen angkutan umum di bawah lingkungan Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Rohul, Rabu 20 Januari 2016.

Dalam kesempatan itu, selain dihadiri Kadishubkomnifo Rohul, juga turut hadir, Sekretaris Dishubkominfo Andianto, Kabid Darat, Erkat Siregar, Ketua Organda Rohul Bactar Hasibuan (Kotan) dan para agen angkutan umum di Lingkungan Kota Pasir Pangaraian.

Terlihat dalam kegiatan itu, baik Kadishubkominfo Rohul dan kabid darat, saling berdiskusi supaya dalam pengaturan lalu lintas di loket-loket para agen tersebut harus ada kontribusi aktif para agen, sehingga nanti bisa mengantisipasi atau langkah preventif agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas.

Disampaikan, Kadishubkominfo Rohul, pemerintah berniat baik untuk menciptakan supaya masyarakat itu bisa baik. Termasuk penataan angkutan umum itu tujuannya untuk masyarakat juga. "Jadi diminta para agen dan organda di Rohul bisa berperan aktif, sehingga masyarakat tersebut merasa nyaman dan aman," tegas Rohul Mantan Kasat Pol PP Rohul tersebut.

Lanjutnya, kedepan sesuai dengan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan, jadi penerbitan tempat lokasi loket-loket penjualan karcis angkutan umum orang dalam rangka kelancaran, ketertiban dan keamanan lalu lintas dan angkutan jalan lainnya.

"Peran dan tanggung jawab organda dan agen dalam implementasi UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan, jadi kita lakukan pembinaan yang lebih baik, nanti seluruh PO dan agen di Negeri Seribu Suluk, kita arah supaya bisa saling menjaga dan komit untuk mengutamakan keselamatan dan ketertiban," pungkasnya.

Tambahnya, pengawasan angkutan umum orang dari Dishubkominfo Rohul tentang izin pendirian PO dan pengawwasan terhadap kelengkapan surat-surat kenderaan yang ada di bawah tanggung jawab agen.

"Kita akan buat komunikasi yang baik, sebab kita sangat memahami kondisi di Rohul, jadi intinya hanya perlu dilakukan koordinasi dan komunikasi konstruktif," tutupnya.**(lim)