SIAK -- Untuk menempatkan pembangunan pasar tuah serumpun dan pasar rakyat, daerah harus mempersiapkan lahannya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan.
Demikian disampaikan Bupati Siak Drs H Syamsuar M.Si saat memimpin rapat bersama sejumlah SKPD yang ada dilingkungan di zamrud Room, Kamis 14 Januari 2016.
Dikatakannya, dengan adanya lampu hijau dari pemerintah pusat terhadap pembangunan pasar rakyat ini, tentunya harus sambut dengan baik, sebab langkah ini juga merupakan salah satu peluang bagi daerah untuk mendongkrak ekonomi rakyat.
Karena di kecamatan yang ada di Kabupaten Siak, cukup banyak terdapat pasar-pasar rakyat yang harus ditingkat pembangunannya menjadi pasar rakyat yang layak sebagai titik bertransaksi bagi sektor ekonomi masyarakat, maka pemerintah daerah sangat merespon positif terhadap program Jokowi dalam meningkatan pembangunan pasar rakyat ini.
"Kita berharap setiap tahunya, kita harus jemput bola agar pasar-pasar yang ada disejumlah kecamatan yang masih belum layak kondisinya supaya bisa ditingkatkan pembangunannya, maka kita harus ajukan sebanyak mungkin untuk pembangunan pasar rakyat ini," ujar Bupati.
Sementara, Kepala Dinas Perdagangan UKM Siak Drs H Wan Ibrahim MSi menyampaikan, sesuai dengan hasil undangan yang dihadiri beberapa waktu di Kementerian Perdagangan, ada realisasasi pasar dan ada pembangunan pasar baru.
"Sesuai dengan petunjuk yang ada, dana dari pusat tersebut akan dikucurkan, bila daerah telah mempersiapkan lahannya, dilengkapi dengan keabsahan terhadap kepemilik lahan supaya tidak bermasalah ketika pengerjaan dilakukan," terang Wan Ibrahim.
Wan Ibrahim menyebutkan, dari tiga pasar yang diajukan ke pusat, Kabupaten Siak mendapat anggaran dari pusat sebesar Rp 6 Milyar tahun ini. "Anggaran ini digunakan untuk pasar Tuah Sekato dengan membangun los 25 buah ,dan kiosnya sebanyak 216 kios ," urainya.**(jas)



