• Bupati HM Wardan saat menunjuk lokasi longsor.

KUALA ENOK -- Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah tanah longsor yang terjadi di Kuala Enok ibu kota Kecamatan Tanah Merah. Kejadian ini dapat menjadi pembelajaran untuk semua dengan selalu meningkatkan kewaspadaan.

"Musibah dapat terjadi kapan saja tanpa dapat kita prediksi. Yang terpenting bagaimana kita terus meningkatkan kewaspadaan. Sehingga dapat diminimalisir korban yang jatuh, apakah itu harta, apalagi menyangkut nyawa," kata Bupati Inhil HM Wardan dalam kunjungan untuk membantu korban tanah longsor di Kuala Enok, Selasa, 12 Januari 2016 kemarin.

Untuk itu bupati meminta kepada para korban untuk tidak larut dalam kesedihan, namun harus berupaya tetap tegar untuk menyongsong hari depan yang lebih baik. karena musibah adalah ujian tuhan yang harus diterima dengan lapang dada.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyalurkan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI) Inhil dan K3S dalam upaya meringankan beban para korban.

Adapun bantuan yang diberikan berupa alat dapur, selimut, sembako  untuk 5 Kepala Keluarga (KK) yang kena musibah. "Dengan bantua yang diberikan, bisa sedikit meringankan beban saudara kita yang baru tertimpa musibah," harapnya.

Dalam musibah tersebut, 2 bangunan rusak ringan dan 3 rusak berat. Selain itu jalan jerambah beton rusak berat lebih kurang 50 Meter dan 1 Dermaga penyeberangan motor

Dalam kesempatan tersebut, bupati juga meminta kepada camat untuk penataan daerah rawan bencana. Hal itu meski diperhatikan betul sehingga ada pemetaannya kedepan. Sehingga nantinya bisa dilakukan antisipasi sedini mungkin.

"Saya mengharapkan laporan kondisi darurat penanganan bencana tanah longsor berjalan cepat, dan itu kita akan proses untuk diambil kebijakan lebih lanjut," jelas Bupati.**(adv/pemkab/suf)