PEKANBARU -- Ketua Fraksi Hanura DPRD Pekanbaru, H Darnil, mengatakan kondisi pasar Cik Puan Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru hingga saat ini masih terbengkalai, bahkan tiang-tiang pondasi yang berdiri kokoh sudah usang dan berlumut.
"Kita berharap pembangunan pasar itu bisa segera dilanjutkan lagi, kalau bisa tahun ini, jangan dibiarkan berlarut-larut masalahnya, karena kasihan juga melihat pedagang yang sudah lama menunggu dan sudah berapa kali pula mengalami musibah kebakaran, namun tetap seperti itu juga keadaan mereka" ujar Darnil, kepada media ini, Selasa 12 Januari 2016.
Darnil juga berujar, situasi pedagang sendiri masih terkatung-katung dan tak memiliki tempat yang berjualan yang layak dan bagus.
"Terlebih lagi jika Pekanbaru diguyur hujan, sudah dipastikan kondisi pasar sangat becek. Dan pedagang dan pembeli terpaksa berbaur ditengah kondisi pasar yang kumuh dan bau. Pemko dan Pemrov harusnya prihatin, dan harus dicarikan solusinya yang tepat," tuturnya.
Darnil juga mengungkapkan, anggaran yang sudah terpakai dalam pelaksanaan pasar cik puan sudah digelontorkan sebesar Rp.20 miliar yang memakai APBD Kota Pekanbaru.
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru ini juga menyayangkan perseteruan antara Pemko dan Pemprov yang tak berujung. Sementara para pedagang yang harus menjadi korban dalam perseteruan tersebut.
"Kalau soal keluhan sudah sangat banyak kita terima. Tentu saya juga tak tega. Dalam waktu dekat kita juga akan berusaha memediasikan pedagang bersama Pemko Pekanbaru. Karena mereka juga berharap Pemko bisa menyelesaian persoalan ini," ujarnya.
Dikatakan Darnil lagi, pedagang sebenarnya tidak peduli apakah itu pasar akan dibangun oleh Pemko, Pemprov atau pihak ketiga, yang penting bagaimana pasar itu segera selesai dan mereka pedagang tidak kesulitan lagi dalam berjualan.**(dwi)



