PEKANBARU -- Dimusim penghujan, jumlah kasus penyakit DBD cendrung mengalami peningkat. Hal ini tentu saja membuat masyarakat khawatir. Sehingga banyak yang mengajukan permintaan fogging atau pengasapan kepada Dinas Kesehatan.
Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, mengaku dirinya juga banyak menerima permintaan yang sama dari masyarakat untuk pengasapan didaerahnya.
"Dalam satu hari, saya bisa menerima 3-4 permintaan foggging yang disampaikan langsung dari masyarakat untuk wilayah yang sudah terjangkit DBD maupun yang belum. Hal ini disebabkan ke khawatiran mereka dimusim penghujan seperti sekarang ini,"ungkapnya, Senin 11 Januari 2016.
Ayat menambahkan, banyaknya permintaan yang masuk kedirinya, maupun langsung ke Dinas Kesehatan ada yang tidak dapat terakomodir. Hal ini karenakan alat yang dimiliki saat ini terbatas.
“Saya minta maaf kepada masyarakat kalau permintaan foggingnya yang melalui saya atau juga Diskes belum semuanya terpenuhi. Karena wilayah yang mesti dilayani sangat banyak, sementara alat yang dimiliki terbatas,”jelasnya.
Kendati Kota Pekanbaru merupakan daerah endemis DBD, Ayat kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak terpaku sepenuhnya melalui fogging untuk penanggulangan DBD. Sebab, hal itu bisa dilakukan sendiri oleh masyarakat dilingkungan masing-masing dengan cara gotong royong.
“Masyarakat bisa menerapkan pola hidup bersih dan sehat dan menjalankan program 3 M plus, menguras, menimbun dan menutup tempat penampungan air serta juga memakai lotion anti nyamuk. Sehingga kasus DBD bisa lebih diminimalisir,"tutupnya.**(saf)



