SUNGAIPAKNING -- Pengerjaan proyek jalan yang tidak dilengkapi rambu-rambu lalu lintas di Jalan jendral Sudirman (Pasar baru Pakning menuju roro), Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis, sering terjadinya kecelakaan bagi penguna jalan yang melintasi jalan tersebut. Sampai memakan korban.

Seperti yang dialami Musa (50) warga Bengkalis yang baru saja keluar dari roro hendak menuju ke siak, saat melintasi jalan tersebut. Dia mengalami kecelakaan. Kamis  7 Januari 2016 pada pukul 9 pagi. Sepeda motor  yang dikendarai korban bersama istrinya terjungkal di pertemuan jalan semen dan aspal yang ketinggiannya berbeda puluhan sentimeter. 

Agaknya korban tidak mengetahui bahwa jalan semen itu baru dikerjakan sebagian, lantaran tak ada rambu-rambu di lokasi tersebut.

 “Korban terjungkal karena jalan semenisasi itu sangat tinggi dari jalan aspal. Di situ juga tidak ada rambu-rambu yang mengingatkan pengendara bahwa pertemuan jalan semen dan jalan aspal tidak rata,” kata Rozalita.

Kenyataan yang memprihatinkan menurut Rozalita yang disapa Bang Ita, korban saat itu ingin kerumah anaknya di kabupaten Siak.

“Sewaktu korban terkapar di lokasi kejadian, untung ada warga yang melintas dan melihatnya. Mengingat korban mengalami luka dalam yang serius, dia dilarikan ke Puskesmas Sungai Pakning dengan menumpangi mobil yang melintas” ungkapnya.

Atas kejadian itu, bang Ita meminta kepada Pemkab Bengkalis agar bisa menginstruksikan kepada kontraktor untuk memasang rambu-rambu di ruas jalan yang dikerjakan tersebut. Selain itu, pertemuan antara jalan semenisasi dengan aspal, sebaiknya jangan terlalu tinggi. Sehingga ketika kendaraan melintasinya tidak akan mengalami kecelakaan.

“Menurut Informasi sejumlah warga, di lokasi itu memang sering terjadi kecelakaan dan hampir setiap hari,” terangnya.**(put)