PEKANBARU -- Dibeberapa ruas jalan Kota Pekanbaru, kini tampak banyak tukang tambal ban dadakan menjamur dan menimbulkan masalah. Karena penambal ban ini terlalu menjorok ke badan jalan, mengakibatkan jalan sempit bahkan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.
"Coba saja perhatikan sudah sangat banyak penambal ban disepanjang jalan, pendistrian jalan yang seharusnya tempat pejalan kaki dijadikan tempat berusaha menambal ban. Kita minta ini ditertibkan sebelum menimbulkan banyak masalah lagi," ujar Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Mulyadi Anwar kepada media ini, Rabu 6 Januari 2016.
Mulyadi juga berujar, kejadian naas di Jalan Parit Indah Pekanbaru, yang mana seorang bocah tukang tambal ban tewas ditabrak truk di pinggir jalan itu, menjadi pelajaran bagi semua pihak terutama Pemko Pekanbaru untuk segera menertibkan para penambal ban di sepanjang jalan Pekanbaru.
"Memang kita pahami kondisi mereka, karena saya juga sudah pantau langsung beberapa tukang tambal ban itu bukan asli warga Pekanbaru, mereka datang ke sini dan mencari makan dengan cara menjadi tukang tambal ban di pinggir jalan. Harusnya bukan di atas pendistrian jalan dan tidak terlalu menjorok ke badan jalan. Anak-anak juga dipekerjakan, kadang istri mereka yang nambal ban, kan kasian, ini harus ditertibkan," tutur Mulyadi.
Anggota fraksi Gabungan ini juga menyayangkan pihak Pemko Pekanbaru yang terkesan melakukan pembiaran sehingga penambal ban semakin menjamur di Pekanbaru. Maka kepada pihak terkait diminta segera melakukan penataan dan menindak penebar ranjau paku, karena dari informasi selama ini, menjamurnya penambal ban tidak terlepas dari bertebarannya ranjau paku di Pekanbaru.
"Hendaknya ditertibkan, jika memang ingin tetap menambal ban di pinggir jalan, harus memiliki jarak dari jalan. Kalau terlalu mepet, seperti kejadian di Jalan Parit Indah itu, akhirnya menyelakakan diri sendiri dan orang lain. Ini harus menjadi perhatian serius Pemko Pekanbaru," tuturnya.**(dwi)




