• Ali suseno di dalam Oplet.

PEKANBARU -- Guna memastikan kondisi angkutan umum yang saat ini beroperasi di Kota Pekanbaru, Sekertaris komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Ali Suseno, langsung melakukan kroscek di lapangan.

Ali menyewa salah satu angkutan umum (oplet) dan mengajak beberapa awak media untuk berkeliling kota, supaya sama-sama melihat situasi sebenarnya.

"Saya tidak mau kita hanya berbicara tapi tidak tau situasi sebenarnya. Sekarangkan jelas bagaimana bentuk armada dan situasi seperti apa. Memang benar beberapa angkutan umum saat ini butuh peremajaan," ujarnya kepada media ini, Selasa 5 Januari 2016.

Dijelaskan Ali, sesuai aturan sebenarnya usia armada angkutan kota maksimal mencapai 10 tahun. Artinya, armada angkutan kota tersebut harus sudah dilakukan peremajaan dengan jenis armada yang baru.

Hanya saja, menurut Politisi Hanura ini, peremajaan armada angkutan Kota sekarang ini cukup berat dilakukan. Selain karena kondisi penumpang angkutan umum yang minim sehingga pendapatan sopir yang pas-pasan, juga karena mahalnya harga mobil untuk angkutan kota yang sulit terjangkau.

"Terutama bagi pemilik armada angkutan kota perseorangan, yang kecil kemungkinan mereka hanya bisa berharap selamanya dengan yang ada saja," tuturnya.

Memang seharusnya, hal ini menjadi perhatian pemerintah untuk bisa bekerjasama membantu para pengusaha angkutan umum yang kebanyakan hanya memiliki modal kecil.

"Mungkin nanti saya bisa coba diskusikan ke komisi langkah seperti apa sebaiknya yang kita lakukan, guna membuat situasi transportasi umum di Pekanbaru menjadi layak," ucapnya.

Sementara Pengemudi Oplet, Amir (43) mengeluhkan sepi penumpang sejak beberapa tahun terakhir. Selain karena marak kendaraan pribadi, situasi itu ditenggarai juga karena kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu.

Menurut pengakuan Amir juga, situasi sepi penumpang tersebut berlangsung sejak tiga tahun terakhir. "Sepi dek sekarang, paling banter sehari dapat Rp 90 ribu paling banyak Rp 100 ribu dan itu dipotong biaya minyak dan keperluan makan sehari-hari," ungkap Amir (43), sopir oplet jurusan Rumbai-Pasar Kodim, dihadapan Sekertaris komisi IV, Ali Suseno.

Kata pria yang telah menjadi sopir angkot sejak 1998 tersebut, dirinya yang juga selaku pemilik oplet sebenarnya menginginkan adanya solusi dari pemko Pekanbaru terkait peremajaan angkutan tapi mereka terkendala di modal.

"Jangankan untuk peremajaan, untuk minyak dan makan saja sudah pas-pas untuk kebutuhan sehari-hari. Belum lagi nanti ada kerusakan," keluhnya.

Amir juga berujar, faktor sepinya penumpang karena sudah banyak alternatif angkutan umum lainnya yang nyaman, aman dan ber Ac, terlebih penumpang sepi dikarenakan mudah bagi masyarakat untuk mendapatkan sepeda motor.

"Jadi masyarakat tidak mau bersusah payah, semua sudah serba praktis. Jadi kita harapkan lah pemko Pekanbaru memberi kami solusi menghadapi situasi seperti ini," pungkasnya.**(dwi)