PEKANBARU -- Hampir setiap tahun kota Pekanbaru megalami peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Perkembangannya harus diwaspadai terutama pada 2016 mendatang.

Asisten IV Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) kota Pekanbaru, Sentot Djoko Prayetno menuturkan, pada tahun 2015 terdapat sebanyak 502 kasus DBD yang tersebar di 12 Kecamatan.

"Peningkatan kasus ini terjadi  di setiap tahun sehingga Pekanbaru menjadi endemis DBD. Masyarakat harus mewaspadainya," kata Sentot, Selasa 29 Desember 2015.

Dijelaskan Sentot, kewaspadaan terhadap perkembangan nyamuk DBD ini sangat penting dilakukan bagi semua kalangan.  Baik dari pemeritah sampai ke tingkat RT harus menjaga kebersingan lingkungan.

"Para camat, Lurah, RW dan RT, harus mampu mengatur dalam menjaga kebersihan lingkungan agar perkembangbiakan nyamuk demam berdarah dapat diatasi," terangnya.

Masyarakat di tingkat RT harus melakukan Gotong Royong secara intensif, membersihkan parit dan tempat-tempat yang berpotensi terjadinya perkembangbiakan nyamuk DBD. Para keluarga juga perlu berperan aktif dalam mengantisipasi menetasnya telor nyamuk yang akan menjadi jentik.

"Tentunya dengan cara 3 M plus. Menguras, menutup dan menimbun. Sedangkan Plusnya hendaknya tidur menggunakan Kelambu," imbuhnya.

Data yang diterima dari Dinas kesahatan, jumlah kasus DBD sampai minggu ke 51 tahun 2015 (28 Desember 2015) sebanyak 502 kasus. Dengan rincian kecamatan Sukajadi 42 kasus, Kecamatan Senapelan 19 kasus, Kecamatan Pekanbaru Kota 14 kasus, Kecamatan Rumbai Pesisir 29 kasus.

Kecamatan Rumbai 50 kasus, Kecamatan Lima Puluh 41 kasus, Kecamatan Sail 12 kasus, Kecamatan Bukit Raya 35 kasus, Kecamatan Marpoyan Damai 47 kasus, Kecamatan Tenayan Raya 59 kasus, Kecamatan Tampan 81 kasus, Kecamatan Payung Sekaki 73 kasus.**(saf)