PASIR PENGARAYAN -- Keinginan kuat Sutarno, penyandang disabilitas di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), mengikuti Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) 2016 di Provinsi Jawa Barat sepertinya sudah di ubun-ubun kepalanya.
 
Namun pada akhirnya pria berusia 45 tahun ini pesimis bisa berangkat bersama 150 atlet penyandang disabilitas dari Provinsi Riau ke Peparnas di Jawa Barat, menyusul bantuan dana tahap dua untuk National Paralympic Commitee (NPC) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tak kunjung cair menjelang akhir tahun 2015.
 
"Kami para atlet penyandang cacat sangat berharap bantuan untuk NPC Rokan Hulu bisa dicairkan sebelum akhir tahun ini (2015). Sebab kami membutuhkan untuk berbagai kegiatan kami," ujar Sutarno, Selasa 29 Desember 2015.
 
Sutarno merupakan atlet angkat berat bampress (tidur) kelas 65 kilogram. Dalam mengasah kemapuannya, ia dibantu rekannya yang juga warga Desa Payung Sekaki, Kecamatan Tambusai Utara, pakai alat tradisional, yakni alat yang dibuat dari semen beton yang dicetak.
 
Pria yang masih aktif sebagai mahasiswa di Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Sekolah Tinggi Agama Islam Tuanku Tambusai Pasir Pengarayan semester 5 ini sangat ingin mewakili Provinsi Riau di Peparnas tahun depan. Ia hanya bisa berdoa agar mimpinya terwujud.
 
"Semoga Allah (SWT) mengizinkan saya berangkat bersama teman-teman ke Peparnas di Bandung (Jabar) nanti," tuturnya.
 
Sutarno sendiri pernah juara di Perparprov Riau 2014. Sedianya, ia mewakili Riau di Kejurnas di Solo Jawa Tengah pada November 2015 lalu, dan Asean Paralympic di Singapura belum lama ini. Namun, karena NPC Rohul keterbatasan anggaran, ia pun batal dikirim.
 
"Harapan saya hari ini bisa mewakili Riau di Peparnas di Bandung tahun depan," terang Sukirno dan mengakui akibat tak punya dana, ia dan delapan atlet penyandang disabilitas lain dari beberapa daerah dipulangkan ke daerah masing-masing karena tak jadi berangkat Asean Paralympic di Singapura.
 
Selama mengikuti Training Center atau TC di Pekanbaru, untuk menghadapi Kejurnas di Solo dan Asean Paralympic di Singapura, Sukirno mengakui ia harus memakai dana sendiri. Hal itu dilakukan demi mewujudkan cita-citanya sebagai atlet alat berat.
 
Dirinya mengharapkan Pemkab Rohul segera mencairkan dana bantuan tahap dua untuk NPC Rohul, sebab pada April 2016 mendatang, para atlet disabilitas akan mengikuti TC di Pekanbaru.
 
"Minimal saya bisa membawa nama Rokan Hulu di Peparnas nanti, sebab saingan saya hanya atlet Papua dan Sulawesi," optimis Sutarno dan mengaku ia sudah mampu mengangkat bobot 105 kg dari target angkatan 120.**(lim)