BAGANSIAPIAPI -- Pada pandangan fraksi terkait APBD perubahan beberapa waktu lalu, Kamis 1 Oktober 2015 lalu mencuat masalah yang signifikan yang berimbas kepada melukai hati masyarakat kecamatan Kubu. Pasalnya, penganggaran untuk pembangunan jalan lintas Kubu sebesar Rp45 miliar dimatikan.
Kecaman dan kekecewaan dilontarkan Amansyah dalam penyampaian pandangan umum fraksi gabungan Persatuan Nasional Indonesia. "Jalan lintas Kubu yang dimatikan pemerintah daerah dinilai melukai harapan masyarakat kecamatan Kubu, karena kita tahu jalan inilah yang diidamkan oleh masyarakat," pungkasnya dihadapan rapat paripurna.
Amansyah mengatakan, keterbatasan waktu pengerjaan bukanlah suatu alasan yang memadai, karena ada kegiatan lain yang dimunculkan yang mana melebihi dari pagu anggaran tersebut. Terkait itu, Amansyah menilai ada kesan like and dislike, suka dan tidak suka dalam penghapusan tersebut.
"Apakah memang sengaja pemerintah daerah memarginalkan kecamatan Kubu ditengah pembangunan saat ini," tanya Amansyah.
Diakuinya, sebelumnya pembangunan jalan lintas Kubu sudah mendapat persetujuan ditingkat Komisi, dan ini juga disaksikan oleh HM Bachid Madjid (PPP).
Amansyah menyatakan, jika jalan tersebut dimatikan dan tidak ada solusi, dia akan menolak pengesahan APBD perubahan. "Kalau tidak dimasukkan juga jalan lintas Kubu ini, maka saya adalah orang yang pertama menolak APBD perubahan ini," tegasnya.
Sebelumnya, Ketua fraksi PPP, HM Bachid Madjid mengatakan, pembangunan (rigid) jalan lintas Kecamatan Kubu yang awalnya dianggarkan Rp135 miliar namun disepakati menjadi Rp45 miliar untuk ukuran sepanjang 5 kilometer dan sekarang dihapus.
"Sudah disepakati untuk pembangunannya, tapi sekarang malah dihapus dan sekarang masuk dengan judul lain, sementara Kubu terus dimarginalkan oleh pemerintah kabupaten Rohil," ungkapnya.**(Adv/Us)
Kecaman dan kekecewaan dilontarkan Amansyah dalam penyampaian pandangan umum fraksi gabungan Persatuan Nasional Indonesia. "Jalan lintas Kubu yang dimatikan pemerintah daerah dinilai melukai harapan masyarakat kecamatan Kubu, karena kita tahu jalan inilah yang diidamkan oleh masyarakat," pungkasnya dihadapan rapat paripurna.
Amansyah mengatakan, keterbatasan waktu pengerjaan bukanlah suatu alasan yang memadai, karena ada kegiatan lain yang dimunculkan yang mana melebihi dari pagu anggaran tersebut. Terkait itu, Amansyah menilai ada kesan like and dislike, suka dan tidak suka dalam penghapusan tersebut.
"Apakah memang sengaja pemerintah daerah memarginalkan kecamatan Kubu ditengah pembangunan saat ini," tanya Amansyah.
Diakuinya, sebelumnya pembangunan jalan lintas Kubu sudah mendapat persetujuan ditingkat Komisi, dan ini juga disaksikan oleh HM Bachid Madjid (PPP).
Amansyah menyatakan, jika jalan tersebut dimatikan dan tidak ada solusi, dia akan menolak pengesahan APBD perubahan. "Kalau tidak dimasukkan juga jalan lintas Kubu ini, maka saya adalah orang yang pertama menolak APBD perubahan ini," tegasnya.
Sebelumnya, Ketua fraksi PPP, HM Bachid Madjid mengatakan, pembangunan (rigid) jalan lintas Kecamatan Kubu yang awalnya dianggarkan Rp135 miliar namun disepakati menjadi Rp45 miliar untuk ukuran sepanjang 5 kilometer dan sekarang dihapus.
"Sudah disepakati untuk pembangunannya, tapi sekarang malah dihapus dan sekarang masuk dengan judul lain, sementara Kubu terus dimarginalkan oleh pemerintah kabupaten Rohil," ungkapnya.**(Adv/Us)





