BAGANSIAPIAPI -- Memotivasi kerja Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratomo Bagansiapiapi, Komisi D melakukan kunjungan kerja ke RSUD. Direktur baru RSUD, dr Tribuana Tungga Dewi beserta pihak rumah sakit menyambut baik kedatangan Ketua Komisi beserta anggota.

Kunjungan kerja membicarakan sejumlah persoalan yang selama ini menjadi problem dan polemik di masyarakat. Karena kerap dilaprokan pelayanan medis dinilai kurang.

Dr Tribuana Tungga Dewi, dalam rapat mengakui masih banyak kendala yang harus diperbaiki rumah sakit, hal itu mulai dari sarana dan prasarana medis atau lainnya, distribusi obat-obatan, keberadaan dokter spesialis, dan lain sebagainya.

“Banyak sekali yang harus dibenahi teerhadap RSUD ini dalam mengoptimalkan pelayanan rumah sakit, dan untuk pelayanan keramahan pihak rumah sakit juga mengadakan apel pagi agar bagaimana pelayanan ditunjukkan dengan keramahan dan senyuman,” ujar Direktur RSUD itu.

Sementara itu, Ketua komisi, Hj Rusmanita menghimbau agar bagaimana pelayanan di rumah sakit diutamakan bagi masyarakat. “Sekarang bagaimana upaya pelayanan ini ditingkatkan menjadi lebih baik, dan kami dari Komisi D senantiasa memberi support melalui anggaran yang ada,” ujar Rusmanita.

Wakil Ketua Komisi, H Tatang Hartono menyebutkan, untuk alat medis RSUD Pratomo tidak kalah bagus dengan rumah sakit lainnya, hanya saja perlu perbaikan pada sistem pelayanan rumah sakit. “Saya termasuk pasien setia di rumah sakit ini selama 15 tahun, kalau dilihat alat medisnya sudah bagus, namun yang rusak itu perlu diganti dan paling penting pelayanan harus dibenahi,” pesan Tatang.

Sekretaris Komisi D, Hj Suryati mengatakan, banyak persoalan yang menjadi problem rumah sakit mulai dari pelayanan, keterlambatan subdsidi obat, dan faktor ekonomi masyarakat Rohil menengah ke bawah. Namun demikian rumah sakit masih beruntung karena pemerintah masih memperhatikan anggaran untuk subsidi obat.

“Terkait obat yang dikeluhkan baik dari rumah sakit maupun masyarakat, tentunya kita mendorong sekali direktur memiliki ekonomi yang kuat untuk mendahulukan membeli obat ini agar pelayanan bisa terbantu dalam pemenuhan obat di rumah sakit,” kata Suryati.

Disamping itu, lanjut Suryati, DPRD juga bekerja maksimal sesuai fungsi kami di Komisi D. Suryati juga menyebutkan bahwa langkah awal untuk mendapatkan kesehatan bukanlah dari obat saja melainkan adanya keramahan petugas menyambut pasienn yang datang. “Inilah sebenarnya yang diharapkan masyarakat, pelayanan baik dan ketersediaan tenaga medis maupun alat medis,” sebutnya.**(Adv/Us)