BAGANSIAPIAPI - Hasil reses DPRD Rohil masa persidangan ke-2 tahun 2015, aspirasi yang paling menonjol dalam perekenomian masyarakat yaitu anjloknya harga komoditas sawit dan karet menjadi topik utama yang ditekankan masyarakat.
Ketua DPRD Rohil, H Nasrudin Hasan mengatakan, penurunan harga komoditi rakyat dan petani Rohil saat ini sangat memukul ekonomi. Hal itu berimbas kepada menurunya semangat masyarakat dalam berusaha mengingat hasil produksi mereka tidak mendapat harga yang layak.
"Akibat dari penurunan harga sawit, banyak daerah yang petaninya tidak mau memanen hasil produksinya tersebut, karena harga jual tidak mempunyai nilai ekonomis yang sewajarnya,” sebut Nasrudin Hasan.
Terkait penurunan harga komoditi perkebunan merupakan tanggung jawab bersama, terutama kepada pemerintah daerah dan DPRD perlu secepatnya mencari terobosan-terobosan menyikapi lesunya harga komditi tersebut.
Dijelaskan Nasrudin, apirasi menjerit petani tersebut menjadi apirasi utama dalam pelaksaan reses anggota DPRD Rohil di daerah masing-masing. "Aspirasi harga sawit ini menjadi pembicaraan utama masyarakat disamping menyuarakan tentang pembangunan dan perbaikan infrastruktur, sarana jalan, sarana pendidikan, kesehatan dan rumah ibadah, penanggulangan kebakaran lahan dan hutan, peningkatan hasil pertanian, perkebunan serta perikanan, dan peningkatan lapangan pekerjaan dan usaha ekonomi mikro dalam rangka pengentasan kemiskinan,” jelas Ketua DPRD.
Untuk itu, sambung Nasrudin, pemerintah daerah dan DPRD agar mencarikan solusi yang terbaik untuk membangun komunikasi guna bagaimana persoalan ini dapat diatasi.
"Kami selaku DPRD punya tanggung jawab untuk menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat dan mengharapkan kerja sama dan dukungan semua pihak, terutama sekali pemerintah daerah untuk bersama-sama mencari solusi penyelesaiannya,” pungkasnya.**(Adv/Us)
Ketua DPRD Rohil, H Nasrudin Hasan mengatakan, penurunan harga komoditi rakyat dan petani Rohil saat ini sangat memukul ekonomi. Hal itu berimbas kepada menurunya semangat masyarakat dalam berusaha mengingat hasil produksi mereka tidak mendapat harga yang layak.
"Akibat dari penurunan harga sawit, banyak daerah yang petaninya tidak mau memanen hasil produksinya tersebut, karena harga jual tidak mempunyai nilai ekonomis yang sewajarnya,” sebut Nasrudin Hasan.
Terkait penurunan harga komoditi perkebunan merupakan tanggung jawab bersama, terutama kepada pemerintah daerah dan DPRD perlu secepatnya mencari terobosan-terobosan menyikapi lesunya harga komditi tersebut.
Dijelaskan Nasrudin, apirasi menjerit petani tersebut menjadi apirasi utama dalam pelaksaan reses anggota DPRD Rohil di daerah masing-masing. "Aspirasi harga sawit ini menjadi pembicaraan utama masyarakat disamping menyuarakan tentang pembangunan dan perbaikan infrastruktur, sarana jalan, sarana pendidikan, kesehatan dan rumah ibadah, penanggulangan kebakaran lahan dan hutan, peningkatan hasil pertanian, perkebunan serta perikanan, dan peningkatan lapangan pekerjaan dan usaha ekonomi mikro dalam rangka pengentasan kemiskinan,” jelas Ketua DPRD.
Untuk itu, sambung Nasrudin, pemerintah daerah dan DPRD agar mencarikan solusi yang terbaik untuk membangun komunikasi guna bagaimana persoalan ini dapat diatasi.
"Kami selaku DPRD punya tanggung jawab untuk menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat dan mengharapkan kerja sama dan dukungan semua pihak, terutama sekali pemerintah daerah untuk bersama-sama mencari solusi penyelesaiannya,” pungkasnya.**(Adv/Us)



