BAGANSIAPIAPI -- Anggota DPRD Rohil, H Bakhtiar SH mengingatkan kepada masyarakat dan pelajar bahwa penyalahgunaan narkoba (narkotika dan zat adiktif) untuk dihindari atau mati. Pasalnya dampak negatif sudah pasti merugikan, disamping menggangu kesehatan fisik juga merusak mental pecandunya.
"Stop rusak mental dari barang haram tersebut. Sekarang hanya ada dua pilihan, yaitu menghindari narkoba atau mati akibat narkoba,” ucap Bakhtiar mengingatkan.
Kemudian lanjutnya, adapun dampak langsung bagi kejiawaan (mental manusia) menyebabkan depresi mental, gangguan jiwa berat, melakukan tindakan kejahatan, kekerasan, dan bunuh diri.
Bakhtiar menyebutkan, upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan masyarakat terutama pelajar, sudah seyogyanya menjadi tanggung jawab bersama. “Semua pihak baik itu orangtua, guru, dan masyarakat harus berperan aktif mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita,” jelas Bakhtiar.
Politisi partai Hanura melanjutkan, upaya konkret yang bisa dilakukan adalah menciptakan kerjasama dengan pihak yang berwenang. “Hal ini ditujukan melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba atau melakukan razia mendadak secara rutin,” ungkapnya.
Sementara itu, peran orangtua haruslah peka terhadap pendidikan moral dan keagamaan serta memberikan perhatian dan kasih sayang terhadap anak. “Kondisi inilah yang harus diciptakan orangtua didalam rumah, karena salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak bisa diakibatkan dari salah satu dikarenakan kurangnya pendidikan moral dan keagamaan,” katanya.
Kemudian juga kewaspadaan sekolah juga harus jeli dalam melakukan pengawasan terhadap gerak-gerik anak didiknya. “Sekolah biasanya menjadi tempat penyebaran narkoba dilakukan atau lebih tepatnya dilingkungan sekolah,” sebut Bakhtiar.
Kembali diingatkan Bakhtiar, permulaan seoran candu terhadap narkoba diawali dengan rasa ingin “Coba-coba”. “Jangan pernah memulainya hanya untuk coba-coba, sekali termakan, dia akan mendarah daging yang menyebabkan ketergantungan,” pungkasnya.**(Adv/Us)
Kemudian lanjutnya, adapun dampak langsung bagi kejiawaan (mental manusia) menyebabkan depresi mental, gangguan jiwa berat, melakukan tindakan kejahatan, kekerasan, dan bunuh diri.
Bakhtiar menyebutkan, upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan masyarakat terutama pelajar, sudah seyogyanya menjadi tanggung jawab bersama. “Semua pihak baik itu orangtua, guru, dan masyarakat harus berperan aktif mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita,” jelas Bakhtiar.
Politisi partai Hanura melanjutkan, upaya konkret yang bisa dilakukan adalah menciptakan kerjasama dengan pihak yang berwenang. “Hal ini ditujukan melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba atau melakukan razia mendadak secara rutin,” ungkapnya.
Sementara itu, peran orangtua haruslah peka terhadap pendidikan moral dan keagamaan serta memberikan perhatian dan kasih sayang terhadap anak. “Kondisi inilah yang harus diciptakan orangtua didalam rumah, karena salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak bisa diakibatkan dari salah satu dikarenakan kurangnya pendidikan moral dan keagamaan,” katanya.
Kemudian juga kewaspadaan sekolah juga harus jeli dalam melakukan pengawasan terhadap gerak-gerik anak didiknya. “Sekolah biasanya menjadi tempat penyebaran narkoba dilakukan atau lebih tepatnya dilingkungan sekolah,” sebut Bakhtiar.
Kembali diingatkan Bakhtiar, permulaan seoran candu terhadap narkoba diawali dengan rasa ingin “Coba-coba”. “Jangan pernah memulainya hanya untuk coba-coba, sekali termakan, dia akan mendarah daging yang menyebabkan ketergantungan,” pungkasnya.**(Adv/Us)



