PEKANBARU -- Sekretaris Komisi IV DPRD Pekanbaru Ali Suseno menyarankan sebanyak 20 bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) hibah dari Kementrian Perhubungan yang saat ini tengah diperbaiki dan akan kembali dioperasikan hendaknya tetap dikelola Dinas Perhubungan (Dishub).

"Saran dari kita, Dishub hendaknya mengelola bus hibah tersebut. Tujuannya agar ada perbandingan antara bus yang dikelola PD Pembangunan dengan Dishub. Tentunya ini akan bisa dievaluasi kedepan," ujarnya ketika berbincang bersama media, Selasa 8 Desember 2015.

Dijelaskan Ali, perbandingan dimaksudkan semata-mata untuk melihat kualitas pelayanan. Sebab pelayanan yang sudah dilakukan PD Pembangunan dengan mengelola 75 unit bus lainnya sudah cukup bagus.

"Begitu juga 20 bus ukuran besar dikelola oleh Dishub tentu harus lebih baik nantinya," saran politisi Hanura tersebut.

Disampaikannya juga, dengan adanya dua pengelolaan bus TMP, maka masyarakat dan DPRD juga bisa menilai secara transparan. Jika memang lebih bagus PD Pembangunan mengelolanya nanti, maka akan ada evaluasi, demikian pula sebaliknya ketika Dishub lebih bagus, maka akan jadi catatan khusus.

"Situasi seperti sekarang ini, permintaan masyarakat akan transportasi massal yang nyaman dan aman sangat tinggi. Makanya Komisi IV berharap untuk penambahan armada TMP ini tidak justru menurunkan kualitas pelayanan di tengah masyarakat," ujarnya.

Seperti diketahui, anggaran perbaikan 20 bus TMP ukuran besar tersebut sudah masuk di APBD-P Pekanbaru tahun anggaran 2015 sebesar Rp200 juta. Bus TMP tersebut rusak sejak tahun kemarin dan diparkirkan di Terminal AKAP Pekanbaru.

Sementara itu, jumlah bus TMP yang dikelola PD Pembangunan saat ini sebanyak 75 unit. Jumlah ini belum bisa meng-cover kebutuhan masyarakat Kota Pekanbaru dan nanti bus besar ini bisa diprioritaskan di daerah pinggiran, terutama kebutuhan anak sekolah. Karena bus ukuran besar juga cukup mengganggu jika beroperasi di tengah kota dengan melihat ukuran jalan yang tidak memadai.**(dwi)