TEMBILAHAN -- Triliunan uang rakyat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) seakan terbuang percuma, keberadaan Enam proyek multiyears yang manfaatnya tidak dirasakan hingga saat ini.
Adapun Enam proyek tersebut adalah pembangunan Bandara Tempuling. Keberadaan bandara tersebut, pada awalnya adalah untuk membuka isolasi daerah. Kenyataannya beberapa tahun setelah finishing, tidak ada maskapai yang mau mendaratkan pesawat di bandara tersebut.
"Rencana pembangunan bandara tersebut sudah sangat lama. Selesainya waktu Bupati Inhil Indra M Adnan," ujar Herman warga Sungai Beringin, saat bincang-bincang dengan media ini, Rabu, 18 Nopember 2015.
Ia menambahkan, proyek lainnya adalah pelabuhan Parit 21. Kondisinya saat ini kurang terawat, fisik bangunan bahkan ada yang rusak. Bahkan diketahui, tiang pancang pelabuhan sempat patah akibat dilanggar ponton salah seorang pengusaha sekitar 3 tahun yang lalu
Mirisnya, setelah pembangunannya selesai tidak pernah sekalipun aktivitas bongkar muat disana. "Rencananya kalau pembangunan selesai aktivitas bongkar muat akan dipindahkan kesana. Makanya fasilitas pendukung seperti gudang dan jalan dibuat sebaik mungkin," terangnya.
Proyek lainnya terang Herman, adalah Terminal Laksamana Indragiri. Keberadaan terminal ini meski bisa difungsikan, tapi tidak seoptimal sebagaimana yang diharapkan.





