PEKANBARU -- Setelah melewati proses panjang, dalam pertemuan antara Komisi C bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Senin 16 Nopember 2015, akhirnya komisi C DPRD Riau mengabulkan permintaan pelaksanaan Kongres dari dana APBD sebanyak Rp3 Miliar. Keputusan tersebut disampaikan setelah melihat dan mengetahui sejumlah agenda yang dipaparkan HMI terkait pelaksanaan Kongres yang berlangsung 22-26 November nanti.
"Rp3 Miliar itu kita putuskan setelah mendengar penjelasan dari mereka (HMI), baik tentang biaya akomodasi maupun agenda-agenda yang akan direncanakan nantinya," ujar Aherson, ketua komisi kepada wartawan di Gedung DPRD, Senin 16 Nopember 2015.
Adapun dalam pertemuan tersebut, Aherson bersama beberapa anggota komisi C lainnya menjelaskan tentang kenapa pihaknya mencoret anggaran yang sedianya dianggarkan Rp4 Miliar menjadi Rp2 Miliar, dikarenakan belum jelasnya rencana pelaksanaan kongres yang disampaikan pihak pemerintah kepadanya.
Untuk itulah, komisi C dalam hal tersebut memanggil pihak HMI agar dapat menjelaskan secara detail tentang apa-apa yang dibutuhkan dalam kongres, serta menjelaskan tentang kontribusi yang didapat daerah karena telah menggunakan anggaran yang berasal dari uang rakyat.
"Kita sebelumnya tidak tahu kenapa bisa pake APBD sebesar Rp 4 Miliar. Pemerintah dalam hal ini BPKAD tak bisa menjelaskan kepada kami. Maka itulah kita panggil mereka (HMI). Setelah kita paham, maka kita sepakat untuk dianggarkan sebesar Rp3 miliar," ujar Supriati anggota komisi C lainnya yang juga hadir dalam pertemuan tersebut
Sementara itu, ketua Panitia Nasional Kongres HMI ke XXIX, Fat Haryanto, menegaskan betapa pentingnya kongres HMI ini jika dilaksanakan di Provinsi Riau. Selain berdampak terhadap perputaran ekonomi, katanya, kongres tersebut akan berdampak baik untuk pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) Riau.
Karena, ada pengusulan kader HMI dari Riau untuk ditetapkan menjadi kepanitian PB HMI Pusat. Selain itu, lanjut Fat, perhatian pusat nantinya akan terfokus untuk provinsi ini. Apalagi kongres tersebut akan menghadirkan orang nomor 1 di Indonesia (Presiden Jokowi) dan sejumlah menteri, maka secara tidak langsung perhatian pusat akan tertuju terhadap daerah Riau dan dapat daerahmewakili jawaban dari pembahasan yang nantinya dilaksanakan dalam kongres.
"10-15 ribu manusia dari seluruh Indonesia akan datang ke Riau. Bayangkan saja kalau mereka setiap orangnya itu membawa uang Rp 500.000 perorang. mereka akan belanja dan dipergunakan di Riau. Maka ini akan berdampak baik terhadap perputaran ekonomi. Sedangkan untuk pengusulan kader, Kita dari HMI Riau mengusulkan sekitar 23 orang atau 25 persen akan dilantik menjadi keanggotaan pusat. Maka ini akan mempermudah penyerapan aspirasi untuk disampaikan oleh kader ini, jika keanggotan HMI pusat ada setidaknya dari putra/putri Riau," jelasnya.**(wan)





