SIAK -- Helat Musyabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Riau ke 34 di Kabupaten Siak akan menarik banyak orang datang ke Kabupaten ini, agar bisa memberikan kesan positif kepada para tamu, terkait harga makanan di Rumaha makan atau warung nasi juga mendapat perhatian dari Pemerintah kabupaten Siak.
Pemkab Siak melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Siak, meminta para pengusaha rumah makan/warung nasi, untuk tidak menaikan harga salama pelaksanaan MTQ ini.
"Kalau kita lihat, untuk harga saat ini masih wajar, karena itu jangan pula mengambil kesempatan untuk menaikkan harga ketika pelaksanaan MTQ ini, jangan sampai kita meninggalkan kesan negatif kepada para tamu-tamu kita," ujar Kepala Dinas Perdagangan UKM Siak, Drs H Wan Bukhari MSi, mejawab GaungRiau.com, Ahad 8 Nopember 2015.
Karena itulah, sebagai langkah antisipasi awal, Bukhari menyebut, kalau pihaknya segera akan mengumpulkan pengusaha rumah makan dan restoran atau warung nasi, untuk membicarakan hal tersebut. Pihaknya ingin memastikan kalau pengusaha rumah makan/restoran ataupun warung makan, tidak memanfaatkan situasi ramainya orang yang datang ke Siak, untuk menaikkan harga seporsi nasi.
"Kita akan duduk sejenak dengan pengusaha restoran dan juga pemilik warung nasi di siak ini, untuk memastikan terkait harga porsi makanan, jangan sampai ada dusta diantara kita," pungkasnya.
Bukhari menambahkan, Pemkab Siak sangat tidak menginginkan nanti ada muncul pemberitaan dipublik yang bersifat negatif terkait harga makan sepersi nasi di Siak, pemilik rumah makan selain diminta untuk jangan menaikkan harga, juga agar dapat memberikan penyajian dan pelayanan yang baik kepada para tamu.
"Sebab Negeri istana senantiasa selalu dikunjungi banyak orang tidak hanya pada saat ada pagelaran saja, akan tetapi Siak merupakan salah satu daerah destinasi wisata andalan di Provinsi Riau, itu yang perlu kita jaga bersama,"ajaknya.**(jas)
Pemkab Siak melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Siak, meminta para pengusaha rumah makan/warung nasi, untuk tidak menaikan harga salama pelaksanaan MTQ ini.
"Kalau kita lihat, untuk harga saat ini masih wajar, karena itu jangan pula mengambil kesempatan untuk menaikkan harga ketika pelaksanaan MTQ ini, jangan sampai kita meninggalkan kesan negatif kepada para tamu-tamu kita," ujar Kepala Dinas Perdagangan UKM Siak, Drs H Wan Bukhari MSi, mejawab GaungRiau.com, Ahad 8 Nopember 2015.
Karena itulah, sebagai langkah antisipasi awal, Bukhari menyebut, kalau pihaknya segera akan mengumpulkan pengusaha rumah makan dan restoran atau warung nasi, untuk membicarakan hal tersebut. Pihaknya ingin memastikan kalau pengusaha rumah makan/restoran ataupun warung makan, tidak memanfaatkan situasi ramainya orang yang datang ke Siak, untuk menaikkan harga seporsi nasi.
"Kita akan duduk sejenak dengan pengusaha restoran dan juga pemilik warung nasi di siak ini, untuk memastikan terkait harga porsi makanan, jangan sampai ada dusta diantara kita," pungkasnya.
Bukhari menambahkan, Pemkab Siak sangat tidak menginginkan nanti ada muncul pemberitaan dipublik yang bersifat negatif terkait harga makan sepersi nasi di Siak, pemilik rumah makan selain diminta untuk jangan menaikkan harga, juga agar dapat memberikan penyajian dan pelayanan yang baik kepada para tamu.
"Sebab Negeri istana senantiasa selalu dikunjungi banyak orang tidak hanya pada saat ada pagelaran saja, akan tetapi Siak merupakan salah satu daerah destinasi wisata andalan di Provinsi Riau, itu yang perlu kita jaga bersama,"ajaknya.**(jas)



