PASIR PENGARAYAN -- Mantan Ketua Forum Badan Perwakilan Desa (BPBD) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Idam Chalid Nasution menyatakan, Pemkab Rohul seharusnya bisa membina desa agar lebih meningkatkan Pendapatan Dana Desa (PADes) sehingga tidak bergantung pada Alokasi Dana Desa (ADD) kabupaten dan dana pemerintah pusat.

Itu ditegaskan Idam, di Pasir Pengarayan, Kamis 29 Oktober 2015, menurutnya bupati terpilih mendatang, nantinya harus bisa menciptakan pembangunan desa yang baik tanpa mengucurkan dana melalui APBD.

“Berharap, agar ciptakan desa itu bisa mandiri, untuk menghidupi perangkatnya. Bila seperti itu, saya yakin kades-kades itu takkan bisa distel, karena di zaman politik tak sedikit kades mendapat kalau tidak mendukung calon tertentu dana ADDnya tidak akan dicairkan,” tegasnya. 

Diakuinya lagi, dirinya pernah Studi Banding (Stuban) ke Pulau Bali. Di sana ada pemerintahan desa punya PAD sampai Rp 8 Miliyar dalam sebulan, bila Bupati Rohul yang akan datang sekitar 50 persen dari itu bisa melakukannya tentuk akan tercipta kesejahteraan masyarakat.

“Saya kira pemerintahan desa itu tidak membutuhkan dana dari pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat. Bila ada Rp 4 Miliar per bulannya, pasti desa akan sejahtera, tentu jurusnya  dengan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan desa itu,” ungkap  Idam Chalid Nasution, yang juga Anggota BPD Desa Tangun. 

Tambahnya lagi, bahwa ini sangat mungkin dilaksanakan di Rohul, bila pemimpinnya mau berkoordinasi dan mendengar saran dari masyarakatnya. Karena desa-desa di Rohul punya potensi tersebut dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah ruah.

“Namun, bila pemimpinnya hanya berdiri sendiri, tentu begini saja yang kita bisa, pemerintah desa hanya bisa menyusu dengan ADD dan pemerintah Provinsi dan pusat,” ucap Idam Chalid Nasution, yang juga Dewan Penasehat Barisan Rakyat Anti Koruspi (BARA-API) Rohul.**(lim)