TAMBANG -- Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar menggelar sosialisasi (penerangan) pencegahan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba (P4GN) di Kecamatan Tambang.
Sosialisasi dilaksanakan selama tiga hari yang dipusatkan di aula kantor Camat Tambang, 20-22 Oktober 2015, dengan sasaran seluruh Kepala Desa, RW, RT, Ketua Pemuda, se-Kecamatan Tambang.
Kepala BNK Kampar AKBP H Djanuarel, SH didampingi Kabid Pemulihan Nurjalal SAg, usai melakukan sosialisasi, Kamis 22 Oktober 2015 menyampaikan bahwa inti dari sosialisasi ini mengajak (berunding) dengan para kepala desa dan perangkatnya, RW, RT dan Ketua Pemuda untuk mencari solusi yang paling tepat untuk memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba yang saat ini sungguh sangat memprihatinkan.
Dijelaskan Djanuarel, bahwa mengingat jumlah desa di Tambang cukup banyak maka pihaknya membagi jadwal sosialisasi menjadi tiga hari. Hari pertama, Selasa, sosialisasi diikuti Kades, RW, RT dari enam desa dengan narasumber Djanuarel. Hari kedua, diikuti lima desa dengan narasumber Yuswardi.
Sedangkan sosialisasi hari ketiga Kamis, diikuti oleh kades dari enam desa yakni, Desa Terantang, Desa Gobah, Desa Parit Baru, Desa Kualu, Desa Teluk Kenidai, dan Desa Tarai Bangun dengan nara sumber Ustad Nurjalal.
Dari hasil sosialisasi atau diskusi itu maka, didapat kesimpulan bahwa setiap kepala desa akan menggerakkan perangkat dan warganya untuk sama-sama memerangi narkoba, meningkatkan sosialisasi didesa-desa dengan melibatkan seluruh unsure termasuk orang tua.
Pasalnya peredaran narkoba bukan antar desa lagi tapi sudah antar rumah. Setiap desa aktif memantau gejala peredaran narkoba dan mencegah sedini mungkin. Kemudian yang tidak kalah penting adalah para orang tua atau warga diajak untuk merehab anak kemenakan mereka yang menjadi korban narkoba.
Sosialisasi dilaksanakan selama tiga hari yang dipusatkan di aula kantor Camat Tambang, 20-22 Oktober 2015, dengan sasaran seluruh Kepala Desa, RW, RT, Ketua Pemuda, se-Kecamatan Tambang.
Kepala BNK Kampar AKBP H Djanuarel, SH didampingi Kabid Pemulihan Nurjalal SAg, usai melakukan sosialisasi, Kamis 22 Oktober 2015 menyampaikan bahwa inti dari sosialisasi ini mengajak (berunding) dengan para kepala desa dan perangkatnya, RW, RT dan Ketua Pemuda untuk mencari solusi yang paling tepat untuk memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba yang saat ini sungguh sangat memprihatinkan.
Dijelaskan Djanuarel, bahwa mengingat jumlah desa di Tambang cukup banyak maka pihaknya membagi jadwal sosialisasi menjadi tiga hari. Hari pertama, Selasa, sosialisasi diikuti Kades, RW, RT dari enam desa dengan narasumber Djanuarel. Hari kedua, diikuti lima desa dengan narasumber Yuswardi.
Sedangkan sosialisasi hari ketiga Kamis, diikuti oleh kades dari enam desa yakni, Desa Terantang, Desa Gobah, Desa Parit Baru, Desa Kualu, Desa Teluk Kenidai, dan Desa Tarai Bangun dengan nara sumber Ustad Nurjalal.
Dari hasil sosialisasi atau diskusi itu maka, didapat kesimpulan bahwa setiap kepala desa akan menggerakkan perangkat dan warganya untuk sama-sama memerangi narkoba, meningkatkan sosialisasi didesa-desa dengan melibatkan seluruh unsure termasuk orang tua.
Pasalnya peredaran narkoba bukan antar desa lagi tapi sudah antar rumah. Setiap desa aktif memantau gejala peredaran narkoba dan mencegah sedini mungkin. Kemudian yang tidak kalah penting adalah para orang tua atau warga diajak untuk merehab anak kemenakan mereka yang menjadi korban narkoba.



