JAKARTA -– Bersama kepala daerah se-Indonesia, Penjabat Bupati Bengkalis, Ahmad Syah Harrofie, menghadiri rapat kerja (Raker) Pemerintah, yang digelar di Istana Negara Jakarta, Rabu 21 Oktober 2015, kemarin.
Pelaksanaan Raker dibagi dalam dua kelompok waktu, kelompok pertama pukul 13.00 WIB sampai 14.30 WIB diikuti oleh Provinsi wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Sulawesi. Kemudian dilanjutkan kelompok dua, sekitar pukul 15.00 WIBhingga 17.25 WIB diikuti provinsi wilayah Sumatera, Kalimantan dan Papua.
Sebelum pelaksanaan raker dimulai, para kepala daerah terlebih dahulu berkumpul di Kantor Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Jalan Veteran Nomor 17 Jakarta, kemudian rombongan kepala daerah langsung menuju ke Istana Negara Jakarta.
Raker pemerintah yang dihadiri hadiri para gubernur, bupati dan walikota dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo, didampingi Wakil Presiden Jusuf Kala, Menteri Koordinasi Politik Hukum Keamanan Luhut Panjaitan, Menteri Koordinasi Perekonomian Darmin Nasution.
Diantara fokus yang menjadi bahasan dalam rapat kerja pemerintah ini terkait dengan persoalan kebakaran hutan dan lahan, persiapan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) serentak yang bakal digelar 9 Desember 2015, penyerapan anggaran, perkembangan ekonomi nasional dan daerah serta program pengawalan, pengawasan pemerintah dan pembangunan (P4).
Dikatakan Ahmad Syah Harrofi, terkait dengan masalah kebakaran lahan dan hutan yang terjadi, Presiden menekankan agar daerah untuk selalu siaga dan tanggap untuk mengatasi masalah kebakaran. "Sejauh ini upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran di daerah adalah dengan pembuatan blocking kanal. Kita langsung merespon dan menjabarkan apa yang menjadi perhatian bapak Presiden,” ungkapnya.
Terkait dengan masalah kebakaran lahan dan hutan, kata Ahmad Syah Harrofie, sejauh ini telah melakukan langkah-langkah antisipasi dan selalu tanggap merespon adanya kebakaran hutan dan lahan. Begitu juga dengan keberadaan blocking kanal yang ada di sejumlah titik kawasan rawan kebakaran dalam, kondisinya sangat baik dan terawat.
Pelaksanaan Raker dibagi dalam dua kelompok waktu, kelompok pertama pukul 13.00 WIB sampai 14.30 WIB diikuti oleh Provinsi wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Sulawesi. Kemudian dilanjutkan kelompok dua, sekitar pukul 15.00 WIBhingga 17.25 WIB diikuti provinsi wilayah Sumatera, Kalimantan dan Papua.
Sebelum pelaksanaan raker dimulai, para kepala daerah terlebih dahulu berkumpul di Kantor Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Jalan Veteran Nomor 17 Jakarta, kemudian rombongan kepala daerah langsung menuju ke Istana Negara Jakarta.
Raker pemerintah yang dihadiri hadiri para gubernur, bupati dan walikota dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo, didampingi Wakil Presiden Jusuf Kala, Menteri Koordinasi Politik Hukum Keamanan Luhut Panjaitan, Menteri Koordinasi Perekonomian Darmin Nasution.
Diantara fokus yang menjadi bahasan dalam rapat kerja pemerintah ini terkait dengan persoalan kebakaran hutan dan lahan, persiapan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) serentak yang bakal digelar 9 Desember 2015, penyerapan anggaran, perkembangan ekonomi nasional dan daerah serta program pengawalan, pengawasan pemerintah dan pembangunan (P4).
Dikatakan Ahmad Syah Harrofi, terkait dengan masalah kebakaran lahan dan hutan yang terjadi, Presiden menekankan agar daerah untuk selalu siaga dan tanggap untuk mengatasi masalah kebakaran. "Sejauh ini upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran di daerah adalah dengan pembuatan blocking kanal. Kita langsung merespon dan menjabarkan apa yang menjadi perhatian bapak Presiden,” ungkapnya.
Terkait dengan masalah kebakaran lahan dan hutan, kata Ahmad Syah Harrofie, sejauh ini telah melakukan langkah-langkah antisipasi dan selalu tanggap merespon adanya kebakaran hutan dan lahan. Begitu juga dengan keberadaan blocking kanal yang ada di sejumlah titik kawasan rawan kebakaran dalam, kondisinya sangat baik dan terawat.



