Hal itu sekaligus menjawab keluhan dari masyarakat terkait berbagai program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang dinilai belum menyentuh langsung ke masyarakat, seperti program pembangunan Rumah Layak Huni (RLH).
Seperti yang dilakukan Dwi saat turun langsung menijau kebutuhan masyarakat Riau di beberapa kabupaten/Kota, tepatnya di Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru, ia mendapat keluhan tidak cuma terkait RLH, tapi juga terkait air minum dan jalan dan lainya.
Dwi menjelaskan, sangat perlu dirinya dan jajaran turun langsung kelapangan agar bisa mengakomodir keluhan masyarakat, karena apa yang dikeluhkan tersebut programnya ada dilaksanakan oleh Pemprov Riau melalui Dinas Ciptada. Apa lagi untuk pembangunan RLH, sudah memasukan dianggarkan di APBD-Perubahan 2015 mendatang.
"Mudah-mudahan kita bisa memenuhi kebutuhan yang dikeluhkan masyarakat ini. Dan inilah tujuanya kita mengunjungi warga, kita bisa mengetahui secara langsung apa yang sangat dibutuhkan masyarakat," tutur Dwi kepada media ini disela-sela kunjungan di Kelurahan Simpang Tiga Minggu 11 Oktober 2015 malam.
Saat acara berlangung, Ketua RW 10 Kelurahan Simpang Tiga Supriadi, mengatakan, kebutuhan pembangunan yang sangat diharapkan masyarakat di lingkungan RW 10 saat ini, memang terkait RLH, karena RLH yang dibantukan kota Pekanbaru belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat tidak mampu yang ada di Kelurahan Simpang tiga. Sehingga ia mengharap Dinas Ciptada Provinsi Riau bisa merealisasikan RLH tersebut.
"Kami pernah dengar Provinsi ada bantuan RLH, tapi itu hanya informasi, mudah-mudahan dengan bersedianya bapak kepala Dinas Cipta Karya mengunjungi masyarakat ini, kita harapkan bisa memenuhi kebutuhan yang dikeluhkan masyarakat saat ini," kata Supriadi.
Hal yang sama juga disampaikaan ketua RW 02 Jhoni Priyanto, selain pembangunan RLH, ia juga minta penyaluran air minum. Pasalnya, sampai saat ini kondisi air minum masih menjadi keluhan bagi masyarakat Simpang Tiga, khususnya masyarakat RW 02.
"Kami juga sudah dapat informasi, jika pembangunan pusat air minum untuk Kabupaten kampar dan Pekanbaru yang diselenggarakan pemerintah sudah siap. Dengan itu kami berharap pada bapak Dwi, air tersebut juga dialirkan untuk masyarakat kami," papar Jhoni.**(mad)






