PEKANBARU -- Kendatipun Krisis listrik tengah melanda Provinsi Riau khususnya Kota Pekanbaru. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menjamin hal ini tidak akan berdampak pada investor yang masuk ke Kota Bertuah.
Walikota Pekanbaru, Firdaus MT optimis jika krisis listrik yang sedang melanda wilayah tidak akan mempengaruhi pada investor yang masuk ke Pekanbaru.
"Saya yakin para pengusaha ini tidak akan menarik modalnya kembali hanya karena pemadaman bergilir. Pasalnya krisis listrik yang melanda tersebut akan terselesaikan pada tahun 2018 mendatang karena beberapa pembangkit baru akan berdiri di Pekanbaru. Kalau sekarang ini kita masih bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang,"ujar Firdaus, Rabu 7 Oktober 2015.
Wako juga mengakui, jika saat ini kondisi Kota Pekanbaru sedang dalam masalah berat dan berdampak pada perekonomian. Dimana kabut asap yang sudah terjadi beberapa bulan ini dan sudah melumpuhkan aktifitas transportasi udara. Ditambah lagi pemadaman bergilir oleh PLN yang mengancam operasional berbagai usaha.
"Ini bukan merupakan bencana yang permanen dan bisa berubah pada waktu yang akan datang, sejalan dengan dibangunnya beberapa pembangkit listrik. Meski demikian, kondisi kita saat ini ibarat pepatah sudah jatuh ketimpa tangga, yang artinya setelah kabut asap menyelimuti, listrikpun harus padam secara bergiliran dikarenakan mengeringnya air di Koto Panjang," ungkap Wako.
Meskipun demikian, lanjut Firdaus, sampai saat ini Pekanbaru masih harum dan masih menjadi primadona bagi investor, karena sebagai kota jasa dan perdagangan. Wilayah Pekanbaru terletak sangat strategis diantara beberapa negara tetangga Malaysia dan Singapura.
"Disamping letak stategi, Pekanbaru juga merupakan wilayah yang ekonominya terus mengalami pertumbuhan tertinggi di Sumatera dan banyak lagi kelebihan yang kita miliki dan tidak dimiliki wilayah lain,"paparnya dengan nada optimis.
Untuk krisis listrik lanjut Firdaus, investor memandang ada harapan. Dimana kedepan, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2x110 Tenayan akan mulai dioperasikannya.
"Mudah-mudahan tahun 2016 sudah berfungsi, sehingga tidak ada lagi pemadaman bergilir seperti saat ini," harapnya.**(saf)



