Gaungriau.com -- Warga Desa Belaras Barat, Kecamatan Mandah Kabupaten Inhil, keluhkan terkait minimnya kontribusi PT PT Bhumireksa Nusasejati (BNS) atau yang lebih dikenal masyarakat PT BRS dalam hal bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Belaras Barat Atan Herman, kepada media ini, Ahad, 25 Oktober 2025.
“Terkait bantuan CSR dari PT BNS untuk warga tempatan, minim sekali. Seharusnya, perusahaan harus memberikan kontribusi yang besar dalam mendukung kemajuan pembangunan di daerah, terutama dalam upaya mensejahterakan masyarakat tempatan," tegasnya.
Ia menambahkan, infrastruktur di desa Belaras Barat seperti jalan, rumah ibadah, bangunan sekolah yang membutuhkan support pembangunan dari pihak perusahaan. Apalagi disaat seperti sekarang ini dimana terjadi efesiensi anggaran, sehingga kemampuan desa untuk melakukan pembangunan sangat terbatas.
"Sayangnya pihak perusahaan setakad ini tidak terlalu peduli meski kita sudah meminta dan menemui mereka secara langsung. Tapi respon mereka dan bantuan yang kita inginkan tidak dipenuhi," imbuhnya.
Ditambahkannya, lahan Desa Belaras Barat yang masuk areal pekebunan PT BNS sekitar 3900 Hektar, jadi bantuan yang diberikan selama ini, sangat tidak berimbang dan jauh dari harapan sesuai regulasi yang mengatur.
Sementara itu Ketua Forum CSR Kabupaten Inhil HM. Yusuf Said SE.MM, ketika dimintai tanggapannya dalam kesempatan berbeda mengatakan untuk tahun 2024, dana CSR memang ditangani oleh forum yang ia pimpin, tapi mulai tahun 2025 dan 2026, langsung oleh Pemda Inhil.
"Tahun itu ada sekitar Rp 939.250.000 CSR yang diberikan oleh PT BNS. Penyaluran kepada masyarakat tempatan, melaui perbaikan fasilitas jalan, perbaikan kebun masyarakat, bantuan anak stunting, dan membantu pendidikan swasta di lingkungan perusahaan," jelasnya.
Lebih jauh dikatakannya, ia meminta kepada pihak perusahaan, bagaimana untuk meningkatkan kepedulian dengan daerah dan desa sekitar perusahaan dengan menerima masukan dari desa terutama dalam hal sosial ekonomi. (Suf)
























