Gaungriau.com --Dua mobil hemat energi karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Panglimo Phantera dan Laksamana Mentari, bersiap melaju pada Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) Tingkat Nasional Tahun 2026. Keduanya akan membawa nama UMRI dalam kompetisi yang digelar pada 1–4 Oktober 2026 di Kampus Bumi Tegalboto, Universitas Jember, Jawa Timur.
Persiapan keberangkatan kedua tim dibahas dalam rapat yang diikuti anggota Tim ATOM, dosen pembimbing, dan Biro Kemahasiswaan UMRI pada Rabu 9 September 2026. Rapat tersebut membahas kesiapan teknis kendaraan, kelengkapan tim, kebutuhan selama perlombaan, hingga pengaturan keberangkatan menuju Jember.
Panglimo Phantera merupakan mobil yang dikembangkan Tim ATOM 1 untuk berlaga pada kategori Prototype kelas Motor Pembakaran Dalam (MPD) Bensin. Kendaraan ini dirancang untuk mencapai efisiensi bahan bakar setinggi mungkin sehingga konsumsi energi dan emisi yang dihasilkan dapat ditekan.
Tim ATOM 1 dibimbing oleh Muhammad Ridha Fauzi, S.T., M.T., dengan anggota Reyhandre Fatoni, Risqi Oktaf Ramadhan, Rifki Ramadhan, Ferdiansyah, Rahmat Azizi Ramadhan, Krisna Afandi, dan M. Hanif Faqih.
Sementara itu, Laksamana Mentari akan menjadi andalan Tim ATOM 2 pada kategori Urban Concept kelas MPD Etanol. Selain mengejar efisiensi energi, penggunaan etanol menjadi bagian dari pengembangan bahan bakar alternatif yang dapat dihasilkan dari sumber hayati terbarukan.
Di bawah bimbingan Ir. Denur, M.M., Tim ATOM 2 diperkuat oleh Dina Delfia, Satria Deo Wipangga, Fahmi Dwi Alamsyah, Rizky Aziz, Geri Acri Saputra, Ibnu Arfan, dan Taufik Hidayat.
Kedua kendaraan dirancang dan dikembangkan mahasiswa Program Studi Mesin Otomotif Fakultas Teknik UMRI di bawah pendampingan dosen. Proses pengembangannya meliputi perancangan, konstruksi, integrasi komponen, penyetelan mesin, pengujian, hingga penyempurnaan kendaraan agar memenuhi regulasi teknis kompetisi.
Dekan Fakultas Teknik UMRI, Dr. Ir. Indra Hasan, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., mengatakan keberhasilan mencapai tingkat nasional harus diikuti dengan persiapan yang matang, terukur, dan disiplin.
“Rapat ini memastikan seluruh kebutuhan kedua tim dipersiapkan dengan baik, mulai dari kondisi kendaraan, kelengkapan teknis, kesiapan anggota, hingga keberangkatan. Setelah melewati berbagai tahapan seleksi, sekarang saatnya kita berkonsentrasi menghadapi kompetisi dan memberikan penampilan terbaik di tingkat nasional,” ujarnya.
Menurut Indra Hasan, keikutsertaan UMRI dalam dua kategori berbeda menunjukkan kemampuan mahasiswa mengembangkan kendaraan dengan desain, karakteristik, dan sumber energi yang berbeda. Kompetisi tersebut tidak hanya menguji performa kendaraan, tetapi juga kemampuan mahasiswa bekerja sama dan menyelesaikan berbagai persoalan teknis di lapangan.
“Mahasiswa dituntut bekerja secara kompak, teliti, disiplin, dan mampu mengambil keputusan ketika menghadapi kendala. Pengalaman seperti ini sangat penting untuk membentuk kompetensi dan kesiapan mereka menjadi tenaga profesional di bidang otomotif,” jelasnya.
Ia menambahkan, kedua tim tidak semata-mata mengejar kemenangan. Seluruh tahapan pengembangan kendaraan menjadi proses pembelajaran nyata yang mempertemukan teori perkuliahan dengan praktik perancangan, konstruksi, pengujian, pemecahan masalah, dan pengelolaan tim.
“Panglimo Phantera dan Laksamana Mentari membawa nama Fakultas Teknik dan UMRI di tengah persaingan tim-tim terbaik dari seluruh Indonesia. Kami berharap mahasiswa tampil percaya diri, menjunjung sportivitas, serta menunjukkan bahwa UMRI mampu menghasilkan mobil hemat energi yang kompetitif dan lebih ramah lingkungan,” tambahnya.

Penampakan mobil hemat energiLaksamana Mentariy
Persaingan pada KMHE 2026 diperkirakan berlangsung ketat. Berdasarkan pengumuman Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, sebanyak 64 tim dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia dinyatakan lolos untuk mengikuti KMHE Tingkat Nasional Tahun 2026 setelah melewati seleksi Virtual Technical Inspection (VTI).
Sebanyak 43 tim akan berlaga pada kategori Prototype, terdiri atas 12 tim kelas MPD Bensin, tujuh tim MPD Diesel, 10 tim MPD Etanol, dan 14 tim Motor Listrik. Sementara itu, kategori Urban Concept diikuti 21 tim, meliputi lima tim MPD Bensin, lima tim MPD Diesel, empat tim MPD Etanol, dan tujuh tim Motor Listrik.
Panglimo Phantera menjadi satu dari 12 kendaraan yang akan bersaing pada kelas Prototype MPD Bensin. Adapun Laksamana Mentari menjadi satu dari hanya empat kendaraan yang berhasil melaju ke tingkat nasional pada kelas Urban Concept MPD Etanol.
Kedua wakil UMRI akan berhadapan dengan tim-tim otomotif dari sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta ternama di Indonesia. Persaingan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa UMRI untuk menguji hasil pengembangan kendaraan, bertukar pengalaman, sekaligus menunjukkan daya saing inovasi kampus di tingkat nasional.
Sementara itu, Rektor UMRI, Dr. H. Saidul Amin, M.A., pada Kamis pagi (10/9/2026), menyampaikan dukungan dan motivasi kepada kedua Tim ATOM agar mampu memberikan hasil terbaik. Ia berharap keikutsertaan pada KMHE 2026 menjadi pijakan bagi mahasiswa untuk meraih prestasi yang lebih tinggi dan terus mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kontes Mobil Hemat Energi sangat penting karena ketersediaan energi semakin terbatas dan harus diantisipasi sejak dini. Karena itu, kita perlu terus mencari dan mengembangkan bahan bakar alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” ujar Saidul Amin.
Menurutnya, keikutsertaan mahasiswa dalam KMHE bukan sekadar untuk berkompetisi, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan energi pada masa depan.
“Saya berharap mahasiswa terus berinovasi dan tidak berhenti pada kompetisi ini. Mahasiswa harus menjadi pelopor lahirnya gagasan baru dalam menciptakan teknologi yang hemat, ramah lingkungan, dan aplikatif bagi masyarakat,” pungkas Rektor.***

























