Gaungriau.com -- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bengkalis secara aktif menghadirkan inovasi untuk meningkatkan jumlah pemilik Kartu Identitas Anak (KIA). Salah satu inisiatif terbaru yang dilaksanakan adalah menjalin kolaborasi dengan beberapa pelaku bisnis dengan menawarkan berbagai diskon untuk anak-anak yang memiliki KIA.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Bengkalis, Syahruddin, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan keuntungan tambahan bagi masyarakat serta mendorong orang tua agar segera mengurus KIA untuk anak-anak mereka.
"Baru-baru ini, kami telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan dua pelaku usaha, yaitu Caffe dan Resto Berlian serta Doyan Ayam. Anak-anak yang memegang KIA di Bengkalis akan memperoleh diskon khusus saat berbelanja di tempat tersebut," tutur Syahruddin, Jumat 26 Juni 2026.
Ia memberikan informasi bahwa di Caffe dan Resto Berlian, pemilik KIA dapat menikmati potongan harga lima persen untuk pemesanan paket ulang tahun. Sementara itu, di Doyan Ayam, diskon lima persen diberikan untuk pembelian paket Kids Meal.
"Diharapkan, dengan adanya manfaat langsung semacam ini dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk mengurus KIA," terangnya.
Pria yang akrab dipanggil Am itu menambahkan bahwa kerja sama dengan sektor bisnis akan terus diperluas. Saat ini, sudah terdapat enam pelaku usaha yang secara resmi bermitra dengan Disdukcapil Bengkalis, yang terdiri dari empat mitra sebelumnya dan dua mitra baru yang baru saja menjalin kerja sama.
"Kami sedang berupaya menjalin kemitraan dengan pelaku usaha lainnya. Alhamdulillah, tanggapan mereka sangat positif dan bersemangat untuk membantu dalam mensosialisasikan program KIA kepada masyarakat," pungkasnya.
Menurut Am, hingga saat ini capaian kepemilikan KIA di Kabupaten Bengkalis telah mencapai sekitar 72 persen dari total jumlah anak yang ada. Meski telah melampaui target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar 62 persen, Disdukcapil tetap berkomitmen meningkatkan angka tersebut.
“Saat ini masih ada sekitar 50 ribu anak lagi yang belum memiliki KIA. Melalui berbagai inovasi yang kami lakukan, kami berharap masyarakat semakin tertarik untuk mengurus KIA sehingga cakupannya terus meningkat,” tutupnya. (put)

















