Gaungriau.com -- Mengusung tema “Tumbuh dan Berdampak untuk Semesta”. Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar Tasyakuran Milad ke-18. Kegiatan yang dirangkaikan dengan Baitul Arqam bagi dosen dan tenaga kependidikan Umri tersebut berlangsung di Auditorium Kampus Utama UMRI, Jumat 5 Juni 2026.
Acara dihadiri oleh Rektor Umri Dr H Saidul Amin, MA., Wakil Rektor, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Umri, Dekan Fakultas, Direktur, Biro dan pimpinan unit kerja, dosen, tenaga kependidikan, serta tamu undangan lainnya.
Ketua Panitia Milad ke-18 Umri yang juga Kepala Biro SDM dan Umum, Raja Suci Harliza, MM., menyampaikan bahwa peringatan milad tahun ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang universitas sekaligus mensyukuri berbagai capaian yang telah diraih.
“Tema Tumbuh dan Berdampak untuk Semesta mencerminkan harapan agar Umri terus berkembang dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. Berbagai kegiatan yang kami selenggarakan melibatkan sivitas akademika, warga Persyarikatan Muhammadiyah, serta para mitra kerja Umri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rangkaian Milad ke-18 Umri diawali dengan kegiatan Tasyakuran dan Baitul Arqam sebagai wujud rasa syukur atas perkembangan universitas selama 18 tahun terakhir. Selanjutnya akan digelar Lomba Memasak Masakan Nusantara pada 13 Juni 2026 yang melibatkan mahasiswa, unit kerja, dan mitra kerja Umri, serta Gerak Jalan Sehat yang akan diikuti keluarga besar Muhammadiyah di Riau.
Sementara itu, puncak peringatan Milad ke-18 Umri akan diselenggarakan pada 25 Juni 2026 dengan berbagai agenda penghargaan bagi dosen, tenaga kependidikan, Media Center, dan petugas kebersihan berprestasi. Pada kesempatan tersebut juga akan diberikan hadiah utama berupa paket umrah.
“Kami memohon dukungan dari seluruh pihak, baik secara moril maupun materil, agar seluruh rangkaian kegiatan Milad ke-18 Umri dapat berjalan dengan sukses. Terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berkontribusi,” tambahnya.
Sementara, Rektor Umri Dr Saidul Amin menyatakan bahwa perkembangan Umri selama 18 tahun terakhir sangat mencolok. Saat ini, jumlah mahasiswa di Umri mencapai 14.498, dengan sekitar 9.300 di antaranya aktif, didukung oleh 286 pengajar dan 135 staf pendidikan yang tersebar di 33 program studi.
Selain peningkatan jumlah mahasiswa, Umri juga terus memperkuat infrastruktur serta aset kampus. Hingga kini, total luas lahan yang dimiliki Umri mencapai 68.722 meter persegi, yang dibagi dalam 35 Sertifikat Hak Milik (SHM), serta didukung oleh 10 bangunan yang mendukung kegiatan akademik dan kesejahteraan mahasiswa.
"Tema perayaan ulang tahun kali ini memiliki arti yang sangat mendalam. Umri tidak hanya dituntut untuk berkembang dalam jumlah, tetapi juga menghasilkan dampak yang signifikan bagi Persyarikatan Muhammadiyah, masyarakat, negara, bahkan dunia,” ungkap Rektor.
Ia menekankan bahwa institusi pendidikan tinggi mempunyai tanggung jawab besar untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi bangsa melalui pengembangan ilmu, inovasi, serta penelitian yang berfokus pada solusi.
"Unggul 2027 merupakan suatu keharusan. Predikat unggul tidak akan bisa diraih tanpa kerja sama dan upaya bersama. Oleh karena itu, semua elemen universitas harus bersinergi dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat," tegasnya.
Rektor juga mengungkapkan bahwa Umri terus meningkatkan kemandirian ekonomi kampus dengan mengembangkan Badan Usaha Milik Kampus (BUMK). Beberapa unit usaha yang sudah beroperasi meliputi Daycare, Klinik Pratama, Sam Mart, dan Umri Coffee.
Lebih jauh, Dr Saidul Amin menyampaikan visi besar Umri untuk menjadi perguruan tinggi yang semakin diperhitungkan di tingkat nasional dan internasional.
“Umri harus sesuai dengan namanya, Universitas Muhammadiyah Riau. Namun ke depan, Umri harus naik kelas menjadi Universitas Muhammadiyah Republik Indonesia. Kita tidak hanya ingin menjadi kampus yang diperhitungkan di Sumatera, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua BPH Umri sekaligus perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau, Prof Dr H M Nazir, MA., menyampaikan apresiasi atas kontribusi Umri dalam memajukan pendidikan tinggi dan Persyarikatan Muhammadiyah di Riau.
“Atas nama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, kami mengucapkan selamat Milad ke-18 Umri. Terima kasih atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan untuk kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah dan dunia pendidikan,” ujarnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Pelaksanaan Pekaderan Baitul Arqam yang menghadirkan Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Bachtiar Dwi Kurniawan, SFilI MPA.
Dalam arahannya, Dr Bachtiar menegaskan bahwa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya di bidang pendidikan, merupakan instrumen strategis dalam menjalankan misi dakwah Muhammadiyah sekaligus membangun peradaban Islam yang berkemajuan.
Ia mengingatkan bahwa mendirikan dan mengelola Umri merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan semangat pengabdian. Karena itu, seluruh unsur di lingkungan kampus perlu memiliki visi dan komitmen yang sama dalam membangun serta memajukan universitas.
“Bagi dosen dan tenaga kependidikan, bekerja di Umri bukan sekadar mencari nafkah atau menerima gaji bulanan. Setiap administrasi yang dirapikan, setiap ilmu yang diajarkan, dan setiap pelayanan yang diberikan kepada mahasiswa merupakan bagian dari amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Seluruh sivitas akademika adalah bagian dari gerakan dakwah Muhammadiyah,” tuturnya.
Melalui peringatan Milad ke-18 ini, Umri meneguhkan komitmennya untuk terus bertumbuh sebagai perguruan tinggi unggul yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, Persyarikatan Muhammadiyah, bangsa, dan dunia, sejalan dengan tema besar yang diusung: “Tumbuh dan Berdampak untuk Semesta.”**
??????

























