Gaungriau.com -- Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) secara aktif meningkatkan sistem manajemen institusi yang profesional, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan melalui pelatihan mengenai penyusunan anggaran yang diadakan pada hari Selasa, 19 Mei 2026, di Auditorium Kampus Utama Umri, Pekanbaru.
Kegiatan penting ini dihadiri oleh seluruh pegawai di lingkungan Umri sebagai usaha untuk menyatukan pandangan dan meningkatkan kemampuan dalam menyusun Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang efektif, efisien, serta sejalan dengan rencana pengembangan universitas.
Untuk mendalami konsep yang dibahas, Umri mengundang Bendahara Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Andy Dwi Bayu Bawono, SE MSi PhD., sebagai pembicara utama dalam sesi pelatihan.
Rektor Umri, Dr Saidul Amin, MA., dalam penyampaian arahannya menekankan urgensi perubahan paradigma dalam manajemen keuangan universitas. Ia mengungkapkan bahwa pengelolaan aset universitas saat ini tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga harus diarahkan pada pengembangan investasi yang produktif dan berkelanjutan.
“Di masa depan, Umri perlu merubah cara pengelolaan aset, dari yang awalnya hanya memprioritaskan keamanan secara eksklusif, kini beralih ke fokus investasi. Dana yang ada harus dapat berputar dan menghasilkan nilai lebih. Kita perlu merancang strategi agar dalam setiap keadaan, pendapatan universitas tetap baik dan stabil,” ungkap Rektor.
Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran perwakilan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menjadi momentum penting bagi Umri untuk memperoleh perspektif baru dalam pengelolaan keuangan modern dan berorientasi pada pengembangan institusi.
“Melalui pelatihan ini, kita mendapatkan banyak pencerahan dan wawasan baru yang dapat diterapkan untuk memperkuat tata kelola keuangan Umri ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Umri, Prof Dr H Muhammad Nazir, MA., menekankan agar seluruh proses penyusunan anggaran tetap berlandaskan pada visi, misi, dan target strategis universitas.
Menurutnya, penyusunan RAB bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi menjadi instrumen penting dalam mendukung arah pembangunan dan kemajuan Umri secara berkelanjutan.
“Jangan sampai visi dan misi universitas terlupakan. Semua harus menjadi patokan dalam penyusunan anggaran. Saya berharap RAB ini benar-benar membantu mewujudkan transparansi perjalanan dan pengembangan universitas,” tegasnya.
Melalui pelatihan ini, Umri berharap seluruh unit kerja mampu menyusun perencanaan anggaran yang lebih terukur, transparan, dan adaptif terhadap tantangan pengelolaan perguruan tinggi modern, sekaligus mendukung terciptanya kemandirian finansial universitas di masa mendatang.***



















