Gaungriau.com -- Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Daerah Pemilihan Riau I, Dr H Achmad MSi, mengadakan acara Safari Ramadhan di Masjid Paripurna Nurul Ibadah yang terletak di Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, pada malam Sabtu, 21 Februari 2026.
Dalam acara tersebut, Achmad memberikan sumbangan uang sebesar Rp50 juta untuk membantu kegiatan dan pengembangan Masjid Paripurna Nurul Ibadah. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis kepada H. Efendi, SH yang menjabat sebagai Ketua Umum Masjid, di depan Ketua Dewan Pembina Yayasan Nurul Ibadah Dr H Syafriadi SH MH, dan Plt. Camat Tenayan Raya Arrasyid Kelana Putera, S STP MM, serta para jemaah yang hadir.
Sumbangan untuk Panti Asuhan diterima oleh Aimulnis, sedangkan mushaf al Qur’an dan Kurma diserahkan masing-masing kepada Rehmon Safrino dan Samiati.
Achmad tiba di Masjid Paripurna Nurul Ibadah pada pukul 19. 30 WIB. Mantan Bupati Rokan Hulu selama dua periode tersebut disambut dengan permainan rebana oleh ibu-ibu majelis dan beberapa tokoh masyarakat.
Acara Safari Ramadhan ini juga dihadiri oleh beberapa mantan pejabat dari Pemerintah Provinsi Riau, termasuk Wardan (mantan Bupati Indragiri Hilir), Zaini Ismail (mantan Sekretaris Daerah), Marjohan Yusuf (mantan Asisten III), Masrul Kasmy (mantan Wakil Bupati Kepulauan Meranti), Najib Efendi (mantan wakil kepala dinas), Syoffaizal (mantan Asisten Pemko Pekanbaru), Noverius (mantan Kepala Satpol PP), Said Mustafa (mantan Seko Dumai), M. Noor (mantan Sekda Pekanbaru) dan Burhanuddin (mantan Sekda Bengkalis).
Dalam pidatonya, Achmad mengungkapkan bahwa Safari Ramadhan tidak hanya merupakan kegiatan tahunan yang seremonial, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa Ramadhan harus dipahami tidak hanya sebagai bulan untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga sebagai waktu untuk memperkuat kepedulian sosial dan rasa solidaritas antarbangsa.
"Melalui Safari Ramadhan ini, kita ingin menjaga kebersamaan, memperkuat persaudaraan, dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Achmad juga menjelaskan tugas dan fungsi komisi-komisi di DPR RI, khususnya Komisi VI tempat ia kini bertugas. Ia menyebutkan, sebelumnya dirinya berada di Komisi VIII, namun saat ini dipercaya duduk di Komisi VI yang membidangi sejumlah kementerian strategis, termasuk sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Menurutnya, DPR RI memiliki tiga fungsi utama, yakni fungsi legislasi (pembentukan undang-undang), fungsi anggaran (budgeting), dan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
“Salah satu tugas kami di Komisi VI adalah menjaring dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Itu dilakukan melalui kegiatan reses di daerah pemilihan maupun pertemuan-pertemuan informal bersama tokoh masyarakat,” jelas Achmad.
Ia menambahkan, komunikasi yang intens dengan masyarakat menjadi kunci agar kebijakan di tingkat pusat tetap selaras dengan kebutuhan riil di daerah.
Achmad mengapresiasi soliditas jemaah dan pengurus Masjid Paripurna Nurul Ibadah dalam membangun serta menyemarakkan kegiatan imarah masjid. Ia menilai, kekompakan tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk lingkungan religius yang produktif dan berkelanjutan.
“Saya senang melihat anak-anak didik di MDTA ini. Mereka adalah generasi Qur’ani yang kelak menjadi pilar pembangunan bangsa,” ujarnya.
Menurut Achmad, pembinaan sejak usia dini melalui pendidikan keagamaan akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. Ia berharap kegiatan pembinaan dan penguatan karakter di lingkungan masjid terus ditingkatkan, sehingga masjid benar-benar menjadi pusat peradaban dan pembentukan karakter umat.
Masjid, tambah Achmad, tidak semata-mata berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus menjadi pusat pendidikan, pusat pemberdayaan ekonomi, dan pembinaan umat. Menurutnya, peran masjid di era sekarang perlu diperluas agar lebih responsif terhadap kebutuhan sosial jemaah.
Ia mendorong para pengurus masjid untuk lebih proaktif, inovatif, dan memiliki kreativitas tinggi dalam membantu meningkatkan kesejahteraan jemaah, terutama mereka yang kurang mampu. Bantuan tersebut, kata dia, dapat diwujudkan melalui dukungan permodalan usaha kecil maupun bantuan pembiayaan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
“Masjid harus hadir sebagai solusi. Tidak hanya membina keimanan, tetapi juga membantu menguatkan ekonomi dan masa depan pendidikan jemaahnya,” ujar pendiri Islamic Centre Pasir Pengarayan itu.
Di samping itu, Achmad juga menekankan pentingnya menghadirkan pusat-pusat pelayanan berbasis masjid, seperti layanan kesehatan bagi masyarakat sekitar. Dengan demikian, masjid benar-benar menjadi pusat aktivitas umat yang menyentuh berbagai aspek kehidupan.
Safari Ramadhan Achmad di Masjid Paripurna Nurul Ibadah ditutup dengan ramah tamah yang berlangsung hingga pukul 22.30 WIB. Suasana kebersamaan terasa hangat, diiringi lantunan musik gambus yang menambah nuansa religius sekaligus kekeluargaan.
Dalam momen tersebut, Najib Efendi turut menghadiahkan sebuah lagu karya P. Ramlee yang dibawakan dengan penuh penghayatan. Alunan lagu klasik Melayu itu membuat suasana semakin khidmat dan menyentuh, sekaligus menjadi penutup yang berkesan bagi rangkaian kegiatan malam itu.(rls)






















