Gaungriau.com -- Pelabuhan Bandar Sri Laksamana (BSL) yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bengkalis, tetap berdiri dengan kuat hingga saat ini. Namun, karena kegiatan pelabuhan saat ini hanya untuk pengangkutan laut antar kabupaten, perawatan yang dilakukan dianggap belum memadai.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, menjelaskan bahwa pihaknya telah memulai perbaikan secara bertahap, termasuk mencatat semua aset yang ada di area Pelabuhan Bandar Sri Laksamana.
“Sekarang kita sudah mulai melakukan perbaikan dan pencatatan aset yang ada di Pelabuhan BSL,” kata Ardiansyah.
Ia menjelaskan, pematangan kawasan pelabuhan akan diupayakan terlebih dahulu pada tahun anggaran berjalan. Jika memungkinkan dan kas daerah tersedia, pembiayaan akan diusulkan melalui APBD Perubahan. Namun apabila belum memungkinkan, penganggaran akan dilakukan pada tahun 2027.
“Kalau memungkinkan di tahun ini dan dananya tersedia, akan kita usulkan di APBD Perubahan. Jika belum, akan kita masukkan di anggaran 2027,” jelasnya.
Menurut Ardiansyah, fasilitas yang tersedia di pelabuhan tersebut, khususnya di lantai dua, masih tergolong baik. Sejumlah fasilitas seperti area memasak, kantin, dan gerai dinilai masih layak digunakan, meski membutuhkan penataan dan perbaikan ringan.
“Di lantai dua itu semuanya sudah ada, mulai dari tempat memasak, kantin hingga gerai. Hanya perlu pembenahan, karena ada beberapa aset seperti kaca yang pecah dan perlu perbaikan,” ungkapnya.
Ke depan, kawasan Pelabuhan BSL direncanakan akan dikembangkan menjadi pusat kuliner dan ruang usaha yang dapat mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta retribusi daerah.
Selain itu, Dinas Perhubungan juga berencana melakukan penataan ulang pintu retribusi pelabuhan. Saat ini, pintu retribusi berada di bagian depan dan akan dipindahkan ke dalam area pelabuhan.
“Pintu retribusi akan kita pindahkan ke dalam, sehingga pengunjung yang hanya datang ke kafe atau pusat kuliner tidak dikenakan retribusi masuk pelabuhan,” katanya.
Saat ini, aktivitas pelabuhan masih terpusat di terminal penumpang. Sementara sejumlah ruang kosong lainnya akan dimanfaatkan sebagai gerai UMKM, kafe, pusat kuliner, serta tempat penjualan oleh-oleh khas Bengkalis seperti kain tenun dan kue tradisional.
“Harapan kita, ruangan kosong ini bisa dimanfaatkan untuk UMKM, kafe, dan pusat oleh-oleh. Lantai dua akan kita jadikan pusat kuliner dan kafe anak muda yang terbuka untuk umum, sehingga kawasan pelabuhan bisa lebih hidup,” pungkas Ardiansyah.(put)























