Gaungriau.com -- Pada puncak Milad Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) ke-17 tahun 2025, Mentri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Prof Brian Yuliarto menyampaikan orasi ilmiah Sabtu 28 Juni 2025, dihalaman kampus Umri.
Sebelum memberikan orasi ilmiahnya, Mendiktisaintek mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-17 kepada UMRI. Ia menghargai komitmen UMRI dalam memberikan pendidikan yang baik untuk masyarakat Indonesia.
Dalam pidatonya, Brian menjelaskan bahwa negara-negara maju sekarang menghadapi banyak masalah, seperti ekonomi, perubahan cuaca, dan bahkan perang. Namun, mereka bisa dengan cepat beradaptasi untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut.
Ini tentu bisa dilakukan oleh negara yang memiliki sumber daya manusia (SDM) dengan ilmu dan pengetahuan yang baik.
Brian juga mengatakan bahwa Presiden Prabowo dalam pernyataannya menginginkan agar indikator sumber daya manusia adalah pendapatan per kapita kita setara dengan negara maju, yaitu 14. 000 USD per year.
Indonesia masih jauh tertinggal, pendapatan per kapita kita hanya 5. 000 USD per tahun. Sementara itu, negara tetangga kita, Malaysia, sudah mencapai 13. 000 USD per tahun. 000 USD per year, and Thailand 8. "000 USD per year," said Brian.
Brian juga mengatakan bahwa Indonesia masih perlu meningkatkan jumlah industri dengan lebih banyak. Tantangan untuk semua universitas adalah agar mereka tidak hanya fokus pada meluluskan mahasiswa, tetapi juga memastikan apakah lulusannya bisa mendapatkan pekerjaan.
"Universitas perlu bekerja sama dengan industri agar lulusannya sesuai dengan kebutuhan industri," pungkasnya.
Sementara, Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) Saidul Amin MA menyampaikan bahwa di usia ke-17 tahun, dalam aspek akademis, Umri terus berupaya menaikkan taraf akreditasi menuju level Unggul, agar dapat duduk sama rendah dan tegak sama tinggi dengan PT Negeri Swasta dan PTMA lainnya.
Hal itu disampaikan Saidul dalam sidang senat terbuka milad ke-17 Umri tahun 2025 di kampus utama Umri, Sabtu 28 Juni 2025.
"Oleh sebab itu arah menuju Kampus Unggul akan terus diikhtiarkan seiring dengan penyempurnaan RIP, RENSTRA, Indikator Kerja Utama (IKU), dan program MBKM serta KKN yang nantinya menjadikan mahasiswa mahir dalam ilmunya, juga menguasai ilmu yang lain," kata Saidul.
Untuk itu, kata Saidul, kerja cerdas, kerja keras dan kerja tuntas harus dilakukan, dengan berazam bahwa Umri harus menjadi kekayaan Persyarikatan Muhammadiyah tidak hanya di Riau, namun juga Nasional bahkan Internasional guna mewujudkan dunia pendidikan yang Mencerdaskan Bangsa.
Tahun ini Umri masih melaksanakan program tahun sebelumnya yakni memberi apresiasi kepada Dosen dan Tenaga Kependidikan Umri terbaik dan Mahasiswa Umri berprestasi serta Media Center terbaik untuk diberangkatkan Umroh.
Hadiah Umroh tidak diberikan secara cuma-cuma, namun mereka yang terpilih ini diberi tugas selama melaksanakan Umroh untuk mendo’akan dan mensosialisasikan Umri. (mad)













