Gaungriau.com (SIAK) -- Dengan mulai merangak naiknya harga tandan buah segar (TBS) sekarang ini, sudah barang tentu membuat para petani sudah sedikit mulai tersenyum .

"Dengan kenaikan harga TBS ini, paling tidak sudah memberi angin segar bagi kami petani Sawit untuk semakin bersemangat merawat kebun kelapa sawit kami," kata salah seorang petani Sawit Kecamatan Dayun Sugeng kepada media ini saat dihubungi via ponselnya, 7 September 2020.

Dikatakan Sugeng, memang beberapa waktu lalu, petani sawit sempat merasa kewalahan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi pada waktu itu disebakan dampak dari anjloknya harga TBS yang pas waktu itu pecah seribu rupiah perkilonya .

"Dan sekarang sejak adanya wacana BBM B 100 yang sudah berhasil di uji coba oleh pihak Pertamina, yang mana bahan bakunya berasal dari sawit, secara perlahan -lahan harga TBS sudah mulai merangkak naik, dan sekarang untuk sawit yang berasal dari kebun plasma harga TBS ditangan petani sudah diatas Rp 1600 lebih perkilonya, kalau harga pabrik sudah diatas Rp 1800 lebih perkilonya," kata dia.

Dengan harga TBS yang sekarang ini sampai di angka lumayan tinggi, lanjutnya, sudah barang tentu memberi dampak yang cukup menggembirakan bagi kalangan petani sawit.

"Oleh sebab itulah besar harapan kami petani supaya harga TBS yang cukup mengembirakan ini dapat terus bersahabat , supaya kami dari kalangan petani sawit yang tergolong dari masyarakat kecil ini bisa bertahan hidup , dan bisa juga memenuhi berbagai kebutuhan ekonomi yang harus kami penuhi setiap hari nya ,"Sebut Sugeng berharap banyak.

Sementara Herman, petani sawit di Kampung Sungai Niur Kampung Pinang Kecamatan Mempura mengatakan, terhadap jatah TBS ini, ada sedikit perbedaan antara, kebun plasma dengan milik petani diluar itu, pasalnya kalau sawit diluar kebun plasma harga TBS ditangan tengkulak untuk sawit yang tahun tanamnya diatas 7 Tahun, perkilonya hanya sebesar Rp 1380 perkilonya.

Apalagi jika jarak tempuh menuju pabriknya agak jauh, maka sangat berimbas kepada harga beli oleh tengkulak, karena kondisinya seperti itu, tetpaksa jalani saja.

"Namun kami juga sangat bersyukur sekali sebab kalau melihat harga TBS seperti sekarang ini boleh dibilang agak bersahabat, mudah-mudahan harga TBS terus membaik lah," harap Herman.**(jas)