• Sekda Kampar Yusri turun langsung ke Puskesmas Bangkinang Kota untuk mengisolasi seluruh petugas Puskesmas Bangkinang Kota menuju Stanum untuk dilakukan pemeriksaan beupa tes swab.

Gaungriau.com (BANGKINANG KOTA) -- Setelah hening sejenak, warga Bangkinang Kota kembali dikejutkan dengan wabah Covid 19 di jantung kota beriman Bangkinang Kota. Kali ini petugas Puskesmas Bangkinang Kota berinisial E terinfeksi virus ganas tersebut.

Hal tersebut diketahui setelah dilakukan uji swab pada hari Sabtu 18 Juli 2020 dan hasil swab tersebut keluar hari Rabu 22 Juli 2020 dan dinyatakan positif dan langsung dibawa untuk dirawat di RS Awal Bross Pekanbaru. Terkait hal tersebut, tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Kampar langsung bergerak cepat untuk memutus mata rantai wabah Covid-19 tersebut dengan melakukan isolasi kepada seluruh petugas Puskesmas yang berjumlah 114 orang.

Dari 114 orang petugas Puskesmas Bangkinang Kota yang diisolasi, telah dilakukan tes swab sebanyak 27 orang dan diisolasi di Gedung PMI Kabupaten Kampar, selebihnya akan dilakukan tes swab hari berikutnya dan untuk sementara mereka diisolasi di stanum Bangkinang Kota. Pengisolasian seluruh petugas Puskesmas ini langsung dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Drs Yusri M.Si selaku Wakil Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kampar, Selasa 21 Juli 2020 malam.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar mengatakan, saat ini kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kampar ada 11 orang termasuk yang klaster baru ini. Sekda menghimbau kepada masyarakat untuk dapat mengartikan new normal atau hidup baru itu secara bersama-sama bahwa new normal bukanlah menjadikan kita untuk lepas kontrol dari protokol kesehatan yang selalu di anjurkan pemerintah.

“Kami menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Kampar untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan, cuci tangan, pakai masker, jaga jarak, tidak boleh berkumpul, dan menjaga kebersihan setiap peralatan yang digunakan, kemudian diharapkan tempat fasilitas umum sudah menggunakan fasilitas protokol kesehatan, dan kurangi bepergian ke tempat-tempat yang terjangkit Covid-19,” ujar Yusri.

Sekda Kampar menjelaskan bahwa semenjak diberlakukan new normal, sektor Pariwisata menggeliat, dengan berdatangan pengunjung wisatawan ke tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Kampar, dan ini harus diantisipasi melonjaknya wisatawan yang datang dengan melakukan protokol kesehatan.

“Kita memang bisa mengurangi kasus Covid-19 ini, namun jika masyarakat yang bepergian keluar dari Kabupaten Kampar apalagi ke tempat-tempat yang terjangkit Covid-19 ini yang susah kita prediksi termasuk tamu-tamu yang datang ke Kabupaten Kampar,” tutur datuk Yusri, seraya mengajak seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Kampar untuk bersama-sama mengikuti protokol kesehatan agar Kampar secepatnya bebas dari Covid-19.**(man)