Gaungriau.com (DUMAI) -- Mengantisipasi penyakit menular Demam Dengue (DB) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan nyamuk aedes aegypti yang terkontaminasi oleh virus dengue semakin menyebar, pihak puskesmas Bukit kapur bekerjasama dengan pihak Detasemen Arhanud 004 Dumai, SDN 004 Bagan Besar, Lurah Bagan Besar serta masyarakatmenggelar gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serentak di wilayah jalan panti asuhan.
Kegiatan yang di laksanakan pada Ahad 8 Desember 2019 tersebut turut di hadiri oleh Lurah baganHendri Beny S.Pi M.Si,PJ DBD puskesmas Bukit Kapur Rahmadsyah personil Detasemen Arhanud 004 Dumai.
Menurut Pj DBD puskesmas Bukit Kapur Rahmadsyah penyebaran penyakit Demam Berdarah Denggue mengatakan bahwa musim penghujan di satu sisi membawa berkah pada petani untuk bercocok tanam namun disisi lain bisa menimbulkan becana seperti banjir.
Dan yang perlu kita fahami bersama ialah genangan air hujan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk pembawa penyakit demam berdarah denggue(DBD) serta cuaca extrim dan musim pancaroba menyebabkan daya tahan tubuh rentan diserang berbagai macam penyakit diantaranya demam berdarah,"ungkap Pj DBD.
"Pemerintah selalu mengingatkan untuk mewaspadai segala jenis penyakit termasuk DBD, lebih mencegah dari pada mengobati dan ini selalu di dengungkan oleh pemerintah kota Dumai agar menjadi perhatian semua warga, "ungkapnya lagi.
Setiap keluarga harus menerapkan lima hal, satu, perlu kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan di awali dari diri sendiri, kedua membuang sampah di tempat yang telah di pilah pilah (organik dan non organik).
"Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang terkenal dengan 3M, menguras menutup dan mengubur, keempat tidak membiasakan menggantung pakaian kotor di dalam rumah, kelima menanam tanaman pengusir nyamuk seperti tanaman lavender, sereh dankemangi,"pungkas Rahmadsyah.**(lan)

























