GAUNGRIAU.COM, PEKANBARU - Ketua Umum National Paralympic Committe (NPC) Riau Riau, Jaya Kususma bersama atliet mendatangi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Riau Syahrial Abdi AP MSi, Senin (25/11/2019).
Kehadiran orang nomor satu dijajaran NPC Riau tersebut, bertujuan untuk mempertanyakan anggaran untuk tahun 2020 mendatang yang telah direvisi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau, sebesar Rp31 miliar.
Dikatakan Ketua NPC Riau, saat melakukan hearing dengan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau, belum lama ini, diduga anggaran yang masuk hanya Rp1,5 miliar.
“Saya mempertanyakan hal ini, namun keterangan dari Kepala BPKAD Riau, semua tergantung kepada Gubernur Riau (Gubri) melalui Dispora,” kata Jaya, kepada para awak media, di halaman Kantor BPKAD jalan Cut Nya Din, Pekanbaru.
Untuk langkah selanjutnya, jaya bertekad dalam waktu dua atau tiga hari, akan diselusuri dengan cara beraudensi dengan Gubri. Langkah ini, merupakan tahap perjuangan untuk memenuhi anggaran yang nantinya diperuntukkan Pekan Olahraga Nasional Paralimpik (Peparnas) 2020 Papua pada bulan Oktober mendatang. “Kita akan terus perjuangan, demi nama serta marwah provinsi Riau dikancah Nasional. Jika anggaran yang kita minta tersebut tak terpenuhi, maka NPC Riau terancam tidak akan berangkat,” paparnya.
Kemudian dalam penegasan Ketua NPC Riau Jaya Kusuma, mengenai anggaran yang cukup minin hanya Rp1,5 miliar, tidak akan mengurungkan niatnya maupun semangat atlet untuk tetap berupaya berangkat atletnya. “Walaupun harus menjual aset NPC Riau yang ada, kita akan berusaha untuk tetap berangkat,” tegasnya.
Terkait masalah apabila NPC Riau tidak mengikuti Peparnas 2020 mendatang, maka akan ada resiko yang bakalan diterima sesuai dengan keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) NPC Pusat di Solo sebelumnya. Salah satu poin pembahasan, diminta kepada seluruh pemerintah untuk membantu menyukseskan Peparnas tersebut. Apabila provinsi yang tidak mengirimkan kontingennya akan mendapat teguran dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Presiden Republik Indonesia.(sier/rls)























