Jakarta, (gaungriau.com) - Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Dalam Perpres tersebut terdapat beberapa perubahan penyesuaian iuran yang patut diketahui oleh masyarakat, sebagai berikut : 1. Kategori peserta Peserta Bantuan Iuran (PBI) : a. Peserta PBI yang ditanggung oleh Pemerintah Pusat sebesar Rp42.000, berlaku 1 Agustus 2019 b. Peserta PBI yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah mendapat bantuan pendanaan dari Pemerintah Pusat sebesar Rp19.000,- per orang per bulan untuk bulan pelayanan 1 Agustus – 31 Desember 2019 2. Kategori peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) : Batas paling tinggi gaji atau upah per bulan yang digunakan yaitu sebesar Rp12 juta, dengan komposisi 5% dari gaji atau upah per bulan, dan dibayar dengan ketentuan 4% (empat persen) dibayar oleh Pemberi Kerja; dan 1% (satu persen) dibayar oleh Peserta. a. Peserta PPU tingkat pusat yang merupakan Pejabat Negara, pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, PNS, Prajurit, Anggota Polri, pemberlakuan penyesuaian iuran mulai 1 Oktober 2019 b. Peserta PPU tingkat daerah yang merupakan Kepala dan Wakil Kepala Daerah, pimpinan dan anggota DPRD daerah, PNS daerah, Kepala Desa, Perangkat Desa, dan pekerja swasta, berlaku mulai 1 Januari 2020. c. Peserta PPU yang merupakan pekerja swasta, pemberlakuan penyesuaian iuran mulai 1 Januari 2020 3. Iuran untuk kategori peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) yang berlaku mulai 1 Januari 2020 : a. Kelas III menjadi Rp 42.000,-, b. Kelas II menjadi Rp 110.000,- c. Kelas I menjadi Rp 160.000,- Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma'ruf mengungkapkan melihat ketentuan penyesuaian iuran dalam Perpres tersebut, Pemerintah masih mendapatkan andil sebagai pembayar iuran terbesar. Pemerintah menanggung 73,63% dari total besaran penyesuaian iuran yang akan ditanggung oleh pemerintah melalui peserta PBI APBN, penduduk yang didaftarkan pemerintah daerah, pegawai pemerintah pusat/daerah, TNI, dan Polri. Kontribusi pemerintah tersebut sangat membantu peserta mandiri sehingga penyesuaian iuran peserta mandiri tidak sebesar seharusnya. "Besaran iuran yang akan disesuaikan tidaklah besar apabila dibandingkan dengan besarnya manfaat yang diberikan Program JKN-KIS ketika ada peserta yang sakit atau membutuhkan layanan kesehatan," kata Iqbal. Iqbal menambahkan, untuk buruh dan pemberi kerja, penyesuaian iuran hanya berdampak pada pekerja dengan upah di atas Rp 8 juta sampai dengan Rp 12 juta saja. Artinya, pekerja dengan upah di bawah nominal tersebut, tidak terkena dampak. "Untuk peserta buruh dan pemberi kerja, yang terdampak yaitu yang berpenghasilan 8 juta sampai dengan 12 juta, penyesuian iuran hanya menambah sebesar rata-rata Rp27.078 per bulan per buruh, angka ini sudah termasuk untuk 5 orang, yaitu pekerja, 1 orang pasangan (suami/istri) dan 3 orang anak. Artinya beban buruh adalah Rp5.400 per jiwa per bulan. Ini sama sekali tidak menurunkan daya beli buruh seperti yang dikabarkan," kata Iqbal. Perlu diketahui, dari 221 juta peserta JKN-KIS, hampir separuhnya dibiayai oleh pemerintah. Tepatnya, ada 96,8 juta penduduk miskin dan tidak mampu yang iuran JKN-KIS-nya ditanggung negara lewat APBN dan 37,3 juta penduduk yang ditanggung oleh APBD. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah yang luar biasa agar Program JKN-KIS yang telah memberikan manfaat bagi orang banyak ini dapat terus diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Iqbal berharap melalui penyesuaian iuran, Program JKN-KIS akan mengalami perbaikan secara sistemik. Pekerjaan rumah lain untuk perbaikan program ini akan terus dilakukan, misalnya perbaikan dari aspek pemanfaatan dan kualitas layanan kesehatan serta manajemen kepesertaan. (rls)
Penyesuaian Iuran JKN-KIS, Pemerintah Masih Menanggung Iuran Terbesar
Rabu, 30 Oktober 2019 - 19:15:21 WIB
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Senin, 08 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
Kasus DBD Meningkat, Dewan Minta Pemko Giat Sosialiassi
PEKANBARU -- Tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru menjadi sorotan anggota legislatif Kota Pekanbaru. Sebagaimana diketahui, berdasarkan data tahun lalu, tahun ini terjadi peningkatan kasus yantg cukup tinggi. Terhitung sejak bulan Januari-Juli 2016, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 726 warga Pekanbaru terjangkit kasus…
-
Rabu, 03 Agustus 2016 - 00:00:00 WIB
Ulfah: Di Siak Tidak Ada Kartu BPJS Palsu
SIAK -- Kartu BPJS dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) palsu, dtidak ditemukan di Kabupaten Siak. Hal ini ditegaskan Kepala Rumah Sakit Tengku Rofi'an, Hj Ulfah Hanum kepada Gaungriau.com, Rabu 3 Agustus 2016. Dia mengakui kalau di beberapa…
-
Selasa, 26 Juli 2016 - 00:00:00 WIB
Capai 196 Orang, Pasien DBD di Dumai Meningkat
DUMAI -- Jumlah pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Dumai mengalami peningkatan. Sesuai data dari Unit Pelayanan RSUD Kota Dumai, pasien DBD yang dirawat sejak Januari 2016 hingga Juli 2016 sebanyak 196 pasien. Untuk bulan Juli 2016 ini saja, pasien DBD mencapai 18 orang. Hal ini…
-
Selasa, 26 Juli 2016 - 00:00:00 WIB
Cerdaskan Anak Dengan Makan Ikan
SIAK -- Forikan Kabupaten Siak gelar sosialisasi gerakan memasyarakat gemar makan ikan melalui kegiatan lomba masak berbahan serba ikan pada sosialisasi gemar makan ikan tahun anggaran 2016. Kegiatan sosialisasi Forikan tersebut dilaksanakan digedung Dharmawanita Selasa 26 Juli…
-
Senin, 25 Juli 2016 - 00:00:00 WIB
Temuan Reses Dapil 4, Kondisi Puskesmas Pangkalan Lesung Mengkhawatirkan
PELALAWAN -- Dari hasil sidak Anggota Dewan Dapil 4 di Puskesmas Pangkalan Lesung beberapa hari lalu didapati kondisi puskesmas tidak bersih atau kotor, pekarangan yang tak terawat, selokan dipenuhi sampah, masalah air hingga ambulance yang sering tidak diketahui keberadannya. …
-
Kamis, 21 Juli 2016 - 00:00:00 WIB
Kadiskes: Siak Aman dari Vaksin Palsu
SIAK -- Masalah vaksin palsu yang terus berkembang di negara Indonesia, membuat masyarakat harap-harap cemas. Pasalnya, keberadaan vaksin palsu tersebut sangat berbahaya, khusunya terhadap anak-anak. namun untuk Kabupaten Siak, keberadaan vaksin palsu tidak ditemukan. Hal ini disampaikan…
-
Kamis, 21 Juli 2016 - 00:00:00 WIB
Soal Vaksin Palsu, BPOM Riau dan Kepolisian Sudah Turun ke Pelalawan
PELALAWAN -- Memanasnya kasus soal vaksin palsu di Indonesia,membuat seluruh BPOM Propinsi bersama pihak kepolisian turun langsung kelapangan dan mengambil sampel untuk diuji di laboratorium.Tak terkecuali BPOM Riau dengan pihak kepolisian dari Polda Riau. Hal ini dibenarkan…
-
Rabu, 20 Juli 2016 - 00:00:00 WIB
RSUD Meranti Kantongi Akreditasi C, Pelayanan Perlu di Optimalkan
SELATPANJANG -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Meranti masih dinilai buruk soal pelayanan, keluhan dari keluarga pasien kerab didengar. Akan hal ini Pemerintah Kabupaten Meranti meminta menagemen RSUD dapat berbenah terlebih telah berstastus akreditasi C. Jika…
-
Senin, 18 Juli 2016 - 00:00:00 WIB
Klarifikasi Kasus Bayi Meninggal, Komisi IV DPRD Panggil Direktur RSUD Puri Husada
TEMBILAHAN -- Tidak ingin kejadian meninggalnya seorang bayi pasca dilahirkan di RSUD Puri Husada menjadi isu yang meresahkan di masyarakat, Komisi IV DPRD Inhil memanggil Direktur RSUD Puri Husada untuk dimintai keterangan. Kegiatan yang dilaksanakan di ruangan…
-
Senin, 18 Juli 2016 - 00:00:00 WIB
Rohil Bebas dari Vaksin Palsu
BAGANSIAPIAPI -- Bupati Rokan Hilir H Suyatno menyatakan bahwa di Rokan Hilir tidak ditemukan vaksin palsu. Karena itu masyarakatnya dan orang tua balita jangan ragu berobat baik ke rumah sakit, Puskesmas, pustu baik negeri maupun swasta. Hal…
-
Senin, 18 Juli 2016 - 00:00:00 WIB
IDI Rohil Kutuk Pelaku Pembuat Vaksin Palsu
BAGANSIAPIAPI -- Ikatan Doter Indonesia (IDI) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), mengaku sangat mengutuk pelaku pembuatan dan peredaran vaksin palsu. Pasalnya, yang menjadi korban dari faksin palsu ini adalah anak-anak yang sangat membutuhkan suntikan vaksin untuk kekebalan tubuhnya dari berbagai serangan penyakit.
-
Senin, 18 Juli 2016 - 00:00:00 WIB
Disperindag Pekanbaru Bakal Sidak Penjual Makanan Sekolah
PEKANBARU -- Guna memberikan rasa aman bagi anak-anak dilingkungan sekolah. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru akan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) penjual makanan yang berada dilingkungan sekolah. Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan bahwa…
-
Minggu, 17 Juli 2016 - 00:00:00 WIB
Tekan Penyebaran DBD, Diskes Latih Pelajar Sebagai Jumantik
PEKANBARU -- Untuk menekan penyebaran nyamuk yang membawa penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di masyarakat. Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru membidik peserta didik untuk dijadikan Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Diskes Pekanbaru, Gustiyanti, kepada…
-
Minggu, 17 Juli 2016 - 00:00:00 WIB
Permintaan Banyak, PMI Pekanbaru Gencarkan Kumpul Darah
PEKANBARU -- Kebutuhan darah di Kota Pekanbaru masih tinggi. Untuk itu, setiap bulan Palang Merah Indonesia (PMI) Pekanbaru harus bisa mengumpulkan 3000 kantong darah. Ketua PMI Pekanbaru, M Noer kepada wartawan Ahad 17 Juli 2016, membenarkan jika…
-
Kamis, 14 Juli 2016 - 00:00:00 WIB
Jumlah Penduduk Naik Drastis, Bukan Berarti KB Tak Jalan
SIAK -- Dalam kurun waktu 16 tahun sejak dimekarkan dari kabupaten induk, telah terjadi lonjakan pertumbuhan penduduk luar biasa di Kabupaten Siak. Pertumbuhan jumlah penduduk Negeri Istana” ini disebut-sebut sebagai lonjakan jumlah penduduk tertinggi di Provinsi Riau, dengan presentasi mencapai 37 persen pertahunnya. Hal…
-
Kamis, 14 Juli 2016 - 00:00:00 WIB
Inovasi RSUD Siak Tembus Nominasi Tiga besar Nasional
SIAK -- Berbagai inovasi yang digagas RSUD Tengku Rafian Siak Sri Indrapura dalam mendukung optimalisasi pelayanan publik, khususnya Layanan Promosi Konseling Kesehatan Reproduksi (Kespro), mengundang rasa kagum dan apresiasi dari Direktur Kesehatan Reproduksi BKKBN Pusat Sri Rahayu. Sri Rahayu bersama Kepala Perwakilan BKKBN Riau Yendrizal…
-
Rabu, 13 Juli 2016 - 00:00:00 WIB
Pj Kades Selari Gelar Musyawarah Perpindahan Posyandu
SUNGAIPAKNING -- Pj Kades Sungai Selari Mulyadi, SH akan mengelar musyawarah bersama masyarakat untuk memindahkan posyandu yang berada di jalan Sudirman (samping PLN). "Sudah banyak saya mendapatkan laporan dari masyarakat tentang posyandu itu, karena sangat mengangu penguna…
-
Senin, 11 Juli 2016 - 00:00:00 WIB
Sampah Belum Juga Teratasi, ini Kata DPRD
PEKANBARU -- Momok sampah yang hingga kini masih terlihat menumpuk dan berserakkan dibeberapa ruas jalanan kota Pekanbaru tampaknya belum juga bisa teratasi dengan baik oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, dalam hal ini Dinas Kebersihan dan Pertanaman (DKP) sebagai penanggung jawab kebersihan, setelah pemerintah memutus hubungan kerja dengan…
-
Kamis, 30 Juni 2016 - 00:00:00 WIB
Bupati Amril Terima Kunjungan Tenaga Kesehatan Program Nusantara Sehat
TANJUNGMEDANG -- Disela-sela kesibukannya sebagai orang nomor satu di wilayah berjuluk Negeri Junjungan, Bupati Bengkalis Amril Mukminin berkesempatan menerima kunjungan enam tenaga kesehatan program Nusantara Sehat dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Rabu 29 Juni 2016. …
-
Kamis, 30 Juni 2016 - 00:00:00 WIB
Tidak Ada Vaksin Palsu di Kaabupaten Pelalawan
PELALAWAN - Hingga kini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pelalawan tak menemukan adanya vaksin palsu yang beredar di daerah ini. Begitu juga dengan di puskesmas-puskesmas, sejauh ini tak menemukan vaksin palsu yang beredar. "Memang di Pekanbaru, BPOM menemukan…





