Gaungriau.com (SIAK) -- Dianggap berhasil dalam pengelolaan dan pembangunan pelabuhan oleh Pemerintah Kabupaten Siak, membuat Pemerintah Kabupaten Barru Sulawesi Selatan lakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Siak, Rabu 19 Juni 2019.
Kunjungan Pemerintah Kabupaten Barru Sulawesi Selatan ini di komandoi oleh oleh Sekda Ir H Nasrudin MSi. Kedatangan rombongan disambut Assiten perekonomian dan pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Siak H Hendrisan SSos MSi didampingi sejumlah pejabat lainnya, di ruang pucuk rebung kantor Bupati Siak.
Dalam sambutannya, Asisten ll Sekretariat Daerah Kabupaten Siak H Hendrisan SSos MSi memaparkan tentang Kabupaten Siak sesuai dengan visi kabupaten Siak menjadikan Negeri bekas kerajaan sebagai daerah destinasi wisata yang diidolakan.
Dikatakan juga, Kabupaten Siak merupakan daerah yang cukup beruntung karena dipercaya pemerintah pusat untuk mengelola hasil minyak bumi sendiri dengan mempercayai PT BSP yang merupakan BUMD milik Daerah yang cukup berkontribusi terhadap sumber PAD.
Sementara, PT Samudra Siak merupakan perusahaan yang dipercayakan oleh Pemerintah Kabupaten Siak dalam mengelola Pelabuhan Tanjungan Buton yang merupakan gerbang masuknya kegiatan bongkar muat barang, jasa dan orang.
"Oleh sebab itulah, untuk mendukung kelancaran pelabuhan Tanjung Buton ini tentunya sarana penunjang berupa jalan keluar masuknya di perbagus dan diperbesar," kata Hendrisan.
Dia mengatakan, selama ini Pemerintahan Kabupaten Siak dalam mengembangkan Kawasan Industri Pelabuhan Tanjung tidak mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi. Sebab bertolak belakang dengan keinginan Pemerintah Provinsi.
"Alhamdulillah, setelah Gubernur Riau dijabat oleh Drs H Syamsuar MSi yang sebelumnya menjabat sebagai Bupati Siak selama dua periode, berkomitmen menjadikan Pelabuhan Tanjung Buton sebagai skala prioritas," pungkasnya.
Sementara, Sekda Kabupaten Barru Sulawesi Selatan, Ir H Nasrudin MSi pada kunjungan tersebut menyampaikan, daerah mereka merupakan kabupaten baru yang cukup banyak potensinya. Sebab Kabupaten Barru merupakan daerah yang berada di pinggir laut, sehingga sentral ekonomi sangat bergantung dengan kelautan termasuk keberadaan pelabuhan yang menjadi titik utamanya.
"Karena pelabuhan kami disana masih dikelola oleh depertemen kementerian perhubungan, dan melihat keberhasilan Kabupaten Siak mampu membangun dan mengelola Pelabuhan Tanjung Buton lewat perusahaan Daerah, makanya kami datang kesini untuk belajar," ucapnya.
Dia sangat yakin jika seandainya pengelolaan pelabuhan di kabupaten Barru bisa seperti kabupaten Siak, maka akan bisa menjadi salah satu sentral ekonomi masyarakat yang akan menjadi asset untuk meningkatkan PAD.
"Saya dan rombongan datang ke negeri bekas kerajaan ini untuk mencari tau kiat-kiat atau tunjuk arah atau proses terhadap keberhasilan Kabupaten Siak dalam mengelola Pelabuhan Tanjung Buton. Ini yang nantinya akan kami terapkan di kabupaten Barru," pungkasnya.**(jas)
























