Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Hujan yang mengguyur kota Pekanbaru sejak Magrib, Selasa 11 Juni 2019 menyebabkan warga Kelurahan Sialang Munggu Kecamatan Tampan kebanjiran. Ketinggian air berpariasi dan paling tinggi mencapai 70-80 cm dan menggenangi sebanyak tiga RW yakni RW 11, RW 26.
Untuk memastikan keadaan korban banjir di daerah tersebut, tim relawan Tagana dan Dinas Sosial Pekanbaru melakukan kunjungan ke lokasi. Di Perumahan Satitri jalan Datuk Tunggal RW 17 sejumlah warga mengungsi ke aula dan di RW 11 mengungsi ke musalla di daerah tersebut.
Dalam kunjungan tersebut Dinas Sosial Kota Pekanbaru menyerakan bantuan sembako untuk warga korban banjir yang mengungsi di aula perumahan Satitri.
Ketua RT 5 RW 17 Kel Sialang Munggu, Dedi Irawan mengatakan, sebanyak 57 KK rumah warga diwilayahnya terendam semua, sehingga terpaksa mengungsi ke aula yang dibangun oleh developer. "Masih ada juga warga kita yang tidak mengungsi, mereka membuat panggung didalam rumahnya," katanya.
Dikatakannya, banjir di wilayah pemukiman mereka ini, hampir terjadi setiap musim penghujan. Dulu tidak pernah kena banjir, tapi karena parit di depan perumahan mereka sudah besar dan bagus di bangun oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, semua aliran air dari hulu diarahkan ke wilayah mereka, sementara parit dihilirnya terjadi penyempitan sehingga air tumpah ke pemukiman mereka.
"Hal ini sudah beberapa kali kita sampaikan ke Pemerintah Kota Pekanbaru, namun belum ada solusinya. Karena dihilirnya adalah wilayah Kabupaten Kampar, maka Pemerintah Provinsi Riau harus turun tangan, karena ini sudah menyangkut dua wilayah pemerintahan di bawah pemerintahan Provinsi Riau," harapnya.
Dikatakan Dedi, jika tidak ada juga solusinya, warga RT 5 RW 17 akan mempersempit parit yang ada di wilayah mereka sehingga debit air tidak terlalu tumpah dan menggenangi perumahan di wilayah mereka. Namun hal ini tentunya wilayah hulu di perumahan Satitri mereka akan kebanjiran pula.
"Untuk itu kita minta pemerintah provinsi turun tangan, karena ini harus nenembus wilayah kabupaten kampar," katanya.
Sementara itu, Lurah Sialang Munggu Kecamatan Tampan Idra Gama S.Si ketika dikonfirmasi mengakui tiga RW di wilayahnya kebanjiran, namun sampai sorenya dia belum mendapatkan laporan berapa KK atau jiwa warganya kebanjiran tersebut.
"Kami bersama buk camat, Dinas PUPR dan Dinas kesehatan telah turun ke lapangan. Selain ada warga yang mengungsi, ada juga warga yang sakit dan mereka sudah diberikan obat. Dan terkait masalah banjir ini akan kita laporkan ke pak wali," katanya.**(azw)
























