PEKANBARU -- Sejumlah warga mendatangi salah satu rumah di Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau. Rumah yang berada di Jalan Uka digeruduk warga karena diduga dijadikan tempat perkumpulan LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender).

Rumah yang cukup besar digeruduk puluhan warga pada Selasa 15 Januari 2019 sore. Rumah yang berlokasi RT 02 RW 03 Kelurahan Air Putih ini di depannya juga di pasangan plang organisasi OPSI (Organisasi Perubahan Sosial Indonesia).

Menurut warga, bahwa rumah tersebut sering didatangi sejumlah banci. Mereka juga beraktivitas sampai larut malam. Bahkan ada juga lelaki berwajah orietal kadang datang kesana. Saat digeruduk ada dua orang disana

"Mereka beraktivis sampai larut malam. Mereka menghidupkan musik keras keras. Warga sudah sering protes," ucap El Ramuza tokoh pemuda di Jalan Uka.

Usai mengeruduk, warga juga mengitrogasi dua orang yang saat itu berada dalam rumah. Warga juga mencabut plang Sekertariat OPSI. Warga meminta agar organisasi OPSI tidak ada lagi di wilayah mereka karena diduga terselung LGBT.

Ketua RT 02, Supriadi mengatakan bahwa pihak OPSI memiliki izin. Namun izinnya bukan untuk kegiatan penyimpangan LGBT. Dia juga menyebut belum ada laporan warga terkait LGBT.

"Kita kaget juga kalau ada LGBT. Setahu saya rumah tersebut merupakan organasi untuk pencegahan HIV dan AID," ucapnya.

Namun pemilik rumah sekaligus pengurus OPSI itu mengaku bahwa dirinya mantan LGBT. Dia juga meminta izin untuk melakukan pembinaan terhadap orang LGBT agar kembali ke jalan yang benar.

Sementara itu Ruli Ramadani pemilik rumah sekaligus pengurus sekertariat OPSI mengklaim sudah mengantongi izin organisasinya dari Pemkot Pekanbaru dan Pemprov Riau.
"Organisai kita syah. Ada izin dari Kesbangpolinmas Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau. Saya selama ini tinggal bersama adik dan satu teman saya. Kita bergerak dalam sosialisasi pencegahan HIV dan AIDS di kalangan kita. Kita sudah ada sejak tahun 2017," ucapnya.

Terkait sering adanya musik, Ruli mengaku bahwa dirinya suka karoeke. "Wajar saja, kita kan suka musik. Jika warga tidak senangkan bisa menegur," imbuhnya.

Namun warga tidak terima dengan penjelasan pemilik rumah. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, sejumlah anggota kepolisian dari Polsek Tampan mengamankan dua orang tersebut. Saat ini keduanya masih diperiksa intensif.

"Kita mengamankan keduanya untuk mencegah dari amukan warga. Saat ini anggota kita masih memeriksa mereka," ucap Kapolsek Tampan Kompol K Ritonga kepada rakyatriau.

Namun sejauh ini, pihaknya belum bisa memastikan apakah mereka memang melakukan kegiatan menyimpang LGBT. Hal itu saat digeruduk, warga hanya menemukan dua orang di dalam rumah dan tidak ada kegiatan LGBT.

"Kita belum bisa pastikan mereka LGBT apa tidak. Tunggu hasil pengembangan kita. Kita juga sudah memintai keterangan sejumlah warga terkait dugaan LGBT tersebut," imbuhnya.**(nat)